Bencana banjir yang melanda Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, telah memasuki hari kelima sejak pertama kali terjadi pada Sabtu (24/10/2026). Laporan update Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) per Kamis (29/10/2026) pukul 19.30 WIB, banjir masih menggenangi sejumlah kawasan dengan kondisi air di beberapa titik terpantau kembali naik.
Banjir ini dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang menyebabkan meluapnya Sungai Lae Souraya dan Sungai Rikit. Akibatnya, air merendam permukiman penduduk di dua kecamatan, yakni Kecamatan Sultan Daulat dan Kecamatan Rundeng.
Berdasarkan pendataan sementara dari BPBD Subulussalam, disampaikan BPBA, bencana ini berdampak luas pada aktivitas masyarakat serta infrastruktur desa.
Sebanyak 1.985 unit rumah, fasilitas jalan desa, lahan dan kebun pertanian, sekolah, serta tempat ibadah terendam air.
Sementara korban terdampak tercatat sebanyak 2.045 Kepala Keluarga (KK), dan saat ini masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh petugas.
Sebagian warga telah mengungsi ke tempat yang lebih aman. Data sementara mencatat pengungsi tersebar di Desa Sibuasan (3 KK), Desa Tualang (3 KK), dan Desa Suak Jampak (26 KK), dengan total keseluruhan mencapai 32 KK. Tidak ada korban jiwa dalam bencana itu.
BPBD Kota Subulussalam melaporkan kondisi mutakhir di lapangan, di Kecamatan Sultan Daulat: Air dilaporkan mulai kembali naik di permukiman warga. Gampong yang terdampak meliputi Jabi-Jabi, Sigrun, Namobuaya, dan Suka Maju (dalam pendataan).
Kecamatan Rundeng: Air hingga saat ini masih menggenangi permukiman warga yang mencakup 19 gampong, di antaranya Suak Jampak, Sibungke, Panglima Sahman, Muara Batu-Batu, Pasar Rundeng, Binanga, Oboh, Kuta Beringin, Siperkas, Lae Mate, Belukur Makmur, Lae Pamualan, Sibuasan, Dah, Mandilam, Tualang, Tanah Tumbuh, hingga Kuala Kepeng.
Pusdalops PB BPBD Kota Subulussalam bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) terus bergerak di lapangan untuk melakukan kaji cepat (rapid assessment), evakuasi warga, serta pendataan lanjutan terhadap korban dan kerusakan material yang ditimbulkan. Pemerintah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan situasi darurat ini. []


