HomeGaya HidupKesehatanBBPOM Aceh Temukan Produk Berbahaya saat Lakukan Pengawasan Warkop

BBPOM Aceh Temukan Produk Berbahaya saat Lakukan Pengawasan Warkop

Published on

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) menemukan produk tanpa izin edar (TIE) serta produk berbahaya atau yang tergolong jamu mengandung Bahan Kimia Obat (BKO), di antaranya Kopi Pinang Muda, Kopi TOP Men, dan Kopi Mix 39.

Temuan itu didapati petugas BBPOM saat melakukan kegiatan pengawasan yang dilaksanakan di lima warung kopi (Warkop) di Kota Banda Aceh pada Kamis (29/10/2026).

Dalam pengawasan tersebut, petugas memeriksa produk yang dijual sekaligus melakukan pengujian sampel makanan untuk memastikan keamanan pangan. Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel makanan memenuhi syarat dari parameter bahan berbahaya yang diuji.

“Meski demikian, temuan produk tanpa izin edar dan produk yang tergolong jamu mengandung BKO menunjukkan bahwa pengawasan terhadap produk yang dipasarkan tetap perlu dilakukan secara konsisten,” kata Kepala BBPOM Aceh, Riyanto.

Sebagai tindak lanjut, seluruh produk yang ditemukan telah diturunkan dari tempat penjualan agar tidak lagi dijual kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk mencegah produk bermasalah tersebut terus beredar melalui sarana penjualan yang menjadi sasaran pengawasan.

Produk yang mengandung BKO perlu diwaspadai karena penggunaan bahan kimia obat tanpa pengawasan tenaga medis dapat menimbulkan risiko kesehatan.

Riyanto menegaskan, pengawasan melalui inovasi SANGER Ureueng Aceh merupakan upaya mendekatkan edukasi dan pengawasan obat dan makanan kepada masyarakat melalui warung kopi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh.

Menurutnya, warung kopi memiliki peran strategis sebagai ruang interaksi masyarakat. Melalui SANGER Ureueng Aceh, kami ingin mendorong pemilik warung kopi agar lebih selektif dalam memilih produk yang dijual serta memastikan produk tersebut memiliki izin edar dan memenuhi ketentuan. “Kami juga mengajak masyarakat untuk lebih kritis sebelum membeli atau mengonsumsi produk, karena keamanan dan kesehatan harus menjadi prioritas,” ujar Riyanto.

Ia berharap kolaborasi antara BBPOM Aceh, pelaku usaha, dan masyarakat dapat memperkuat pengawasan obat dan makanan sekaligus membangun budaya memilih produk yang aman dan bermutu. Dengan demikian, warung kopi tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga mitra dalam mewujudkan masyarakat yang semakin sadar akan keamanan obat dan makanan.

Keterlibatan pelaku usaha menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan obat dan makanan. Dengan memilih produk dari sumber yang jelas dan memastikan pemenuhan ketentuan, pemilik warung kopi turut berperan dalam melindungi konsumen sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap produk yang ditawarkan.

Melalui inovasi SANGER Ureueng Aceh, warung kopi tidak hanya menjadi ruang berkumpul dan berinteraksi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi titik strategis untuk menyampaikan edukasi keamanan obat dan makanan berbasis kearifan lokal Aceh.

BBPOM Aceh mengimbau masyarakat agar lebih cermat sebelum membeli atau mengonsumsi produk. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah menerapkan CEK KLIK, yaitu:bCek kemasan, cek label, cek izin edar, dan cek kedaluarsa. []

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News

Artikel Terbaru

Polda Aceh Tangani Dugaan Khalwat Ketua DPRK Nagan Raya

Penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Aceh menangani laporan dugaan tindak pidana khalwat yang...

Bandar Publishing Diskusi Buku Karya Dr Baun, Posisi Bahasa Asing dalam Pembangunan SDM

Sejumlah akademisi, pegiat literasi, penulis, dan insan perbukuan di Aceh berkumpul dalam kegiatan diskusi...

Persiraja Petik Tiga Poin dari Persiku, Muhammad Ridwan: Progres Tim Sangat Baik

Persiraja Banda Aceh memetik tiga poin setelah mengalahkan Persiku Kudus dengan skor 3-1 dalam...

Pitian Husni Borong Dua Gol, Persiraja Tundukkan Persiku Kudus 3-1

Persiraja Banda Aceh menaklukkan Persiku Kudus dengan skor 3-1 dalam laga pekan kedelapan Pegadaian...

Banjir Sudah 5 Hari di Subulussalam, 1.985 Rumah Warga Terendam

Bencana banjir yang melanda Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, telah memasuki hari kelima sejak pertama...

More like this

Polda Aceh Tangani Dugaan Khalwat Ketua DPRK Nagan Raya

Penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Aceh menangani laporan dugaan tindak pidana khalwat yang...

Bandar Publishing Diskusi Buku Karya Dr Baun, Posisi Bahasa Asing dalam Pembangunan SDM

Sejumlah akademisi, pegiat literasi, penulis, dan insan perbukuan di Aceh berkumpul dalam kegiatan diskusi...

Persiraja Petik Tiga Poin dari Persiku, Muhammad Ridwan: Progres Tim Sangat Baik

Persiraja Banda Aceh memetik tiga poin setelah mengalahkan Persiku Kudus dengan skor 3-1 dalam...