Dalam rangka memperingati Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ke-49, Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Kota Subulussalam menggelar acara syukuran dan doa bersama untuk para syuhada serta korban bencana alam yang melanda Aceh. Kegiatan berlangsung secara sederhana di kediaman Panglima KPA Wilayah Kota Subulussalam, Tgk Suprida, di Desa Tualang, Kecamatan Rundeng, Kamis (4/12/2025).
Panglima Operasi KPA Wilayah Subulussalam yang juga juru bicara KPA Subulussalam, Teuku Raja, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan instruksi Ketua KPA Pusat, Muzakir Manaf (Mualem). Selain memperingati milad, tahun ini turut dipanjatkan doa khusus untuk masyarakat yang terdampak bencana alam di Aceh.
“Peringatan milad GAM ke-49 tahun ini sedikit berbeda karena Aceh sedang dilanda bencana. Kita ikut mengirimkan doa untuk saudara-saudara kita yang terdampak musibah tersebut. Kami juga melakukan syukuran dan doa untuk para pejuang yang telah syahid. Semoga mereka diterima di sisi-Nya,” ujar Teuku Raja.
Sebelumnya, Ketua KPA Pusat Muzakir Manaf menginstruksikan seluruh kader dan eks kombatan GAM di Aceh untuk tetap melaksanakan peringatan Milad GAM ke-49 pada 4 Desember, disertai doa bagi para korban bencana. Selain korban bencana, doa yang dipanjatkan juga merupakan bentuk penghormatan bagi para syuhada yang telah berjuang untuk Aceh.
“Insya Allah doa yang kita kirimkan sampai kepada para syuhada. Kita sebagai penerus estafet perjuangan melanjutkan cita-cita mereka melalui jalur politik,” ujar Suprida.
Dalam kesempatan tersebut, Teuku Raja juga menyerukan agar pemerintah pusat tetap konsisten menjalankan kesepakatan dalam Perjanjian Damai Helsinki pada 15 Agustus 2005. Ia menegaskan bahwa implementasi penuh MoU merupakan kunci untuk menjaga perdamaian Aceh tetap abadi. []



