HomeGaya HidupWisataMuseum Tsunami Aceh Hadirkan Pameran Kebencanaan Selama Mei 2026

Museum Tsunami Aceh Hadirkan Pameran Kebencanaan Selama Mei 2026

Published on

Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Museum Tsunami Aceh akan menyelenggarakan pameran kebencanaan temporer sepanjang bulan Mei 2026. Agenda ini diproyeksikan sebagai pusat edukasi dan mitigasi bencana bagi wisatawan yang diprediksi akan melonjak selama masa libur panjang Iduladha 1447 Hijriah.

Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M Syahputra Azwar, menjelaskan bahwa pemilihan momentum ini bertujuan memberikan pengalaman kunjungan yang edukatif di tengah potensi arus kunjungan tinggi.

Berdasarkan data periode Idulfitri 1447 H sebelumnya, Museum Tsunami Aceh berhasil menarik lebih dari 13.000 wisatawan hanya dalam dua hari libur lebaran.

“Kami ingin menjadikan momentum Iduladha 1447 H sebagai ruang refleksi. Museum bukan sekadar destinasi foto, tetapi sarana meningkatkan literasi kebencanaan agar masyarakat lebih tangguh,” kata Syahputra, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, pameran kali ini akan mengedepankan konten modern dengan fokus pada transformasi digital dan interaktivitas. Beberapa fitur utama yang disiapkan meliputi simulasi mitigasi bencana berbasis teknologi, pembaruan prosedur keselamatan terkini, serta konten digital yang dirancang untuk menarik minat generasi muda.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Dedy Yuswadi, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut. Menurutnya, inovasi melalui pameran temporer sangat krusial guna menjaga relevansi museum dan memberikan pembaruan informasi bagi pengunjung rutin agar tidak terjadi kejenuhan informasi.

Sebagai langkah persiapan, pengelola museum saat ini tengah melakukan penguatan kapasitas personel lapangan, pemeliharaan fasilitas gedung secara menyeluruh, serta koordinasi teknis lintas sektor.

Hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung, mengingat museum ini telah menjadi ikon edukasi kebencanaan di tingkat global.

Museum Tsunami Aceh sendiri merupakan hasil rancangan arsitek Ridwan Kamil yang didirikan sebagai monumen peringatan sekaligus pusat evakuasi.

Penelitian dalam Journal of Disaster Risk Studies menyebutkan bahwa museum bencana memiliki peran vital dalam membangun “memori kolektif” masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi bencana di masa depan.[]

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

Asrol Assani Dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kota Subulussalam

Wali Kota Subulussalam, Rasyid Bancin, secara resmi melantik Asrol Assani, M.Si sebagai Sekretaris Daerah...

BPS Aceh Mulai Sensus Ekonomi 2026, Warga dan Pelaku Usaha Diminta Beri Data Akurat

Badan Pusat Statistik (BPS) resmi memulai pelaksanaan agenda nasional Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di...

Sekda Aceh: Pengabdian Zaini Abdullah Akan Selalu Tercatat dalam Sejarah Aceh

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya mantan Gubernur Aceh...

451 Poster Terpilih Ikut Lomba Poster UPT MKU Universitas Syiah Kuala

Unit Pelaksana Teknis Mata Kuliah Umum (UPT MKU) Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menyelenggarakan...

Menteri PU Optimistis Sekolah Rakyat Subulussalam Segera Beroperasi

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo tetap optimistis pembangunan Sekolah Rakyat Aceh 2 di...

More like this

Asrol Assani Dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kota Subulussalam

Wali Kota Subulussalam, Rasyid Bancin, secara resmi melantik Asrol Assani, M.Si sebagai Sekretaris Daerah...

BPS Aceh Mulai Sensus Ekonomi 2026, Warga dan Pelaku Usaha Diminta Beri Data Akurat

Badan Pusat Statistik (BPS) resmi memulai pelaksanaan agenda nasional Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di...

Sekda Aceh: Pengabdian Zaini Abdullah Akan Selalu Tercatat dalam Sejarah Aceh

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya mantan Gubernur Aceh...