HomeGaya HidupKulinerAbdya Pecahkan Rekor MURI: Bakar 15 Ribu Lemang dan Sajikan 34 Ribu...

Abdya Pecahkan Rekor MURI: Bakar 15 Ribu Lemang dan Sajikan 34 Ribu Tape di HUT ke-24

Published on

Perayaan HUT ke-24 Kabupaten Aceh Barat Daya diwarnai tradisi kuliner massal di bantaran Krueng Beukah. Ribuan lemang dibakar serentak, puluhan ribu tape disajikan, mengantar Abdya mencatatkan rekor MURI.

AROMA bambu terbakar yang menguar pelan berpadu dengan wangi santan yang khas, menyelimuti bantaran sungai Krueng Beukah di Gampong Lhung Asan, Blangpidie. Asap tipis yang mengepul seolah menjadi penanda dimulainya sebuah perayaan besar—ketika ribuan warga berkumpul, bukan hanya untuk memasak, tetapi merawat tradisi dan mempererat kebersamaan.

Di momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menjelma menjadi dapur raksasa. Lebih dari 15 ribu lemang dibakar dan 34 ribu tape disajikan dalam gelaran Meuseraya Toet Leumang. Dari kerja kolektif itulah lahir capaian istimewa: Abdya resmi menorehkan namanya dalam catatan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

“Setelah dilakukan perhitungan dan verifikasi atas sajian lemang dan tape, MURI memutuskan dan mencatatkan Abdya sebagai pemegang rekor dunia,” kata Perwakilan MURI, Luthfi Syah Pradana, Sabtu (25/4/2026).

Luthfi mengatakan, apresiasi kepada masyarakat Abdya atas capaian tersebut dan berharap prestasi ini dapat mendorong kemajuan daerah ke depan.

Sementara itu, Bupati Aceh Barat Daya, Safaruddin, mengatakan keberhasilan tersebut bukan semata-mata mengejar prestasi, melainkan wujud kebersamaan dan gotong royong masyarakat dalam melestarikan budaya lokal.

“Kita bersyukur, di usia ke-24 Abdya, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan syiar dan nilai kebudayaan, tetapi juga memperlihatkan antusiasme masyarakat yang luar biasa dalam bergotong royong,” kata Safaruddin.

Menurutnya, tradisi toet leumang memiliki nilai filosofis sebagai bentuk rasa syukur serta bagian dari kehidupan sosial masyarakat Aceh, yang biasanya dilaksanakan pada momen keagamaan seperti Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha.

Ia juga menilai kegiatan tersebut berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat. Tingginya permintaan bahan baku seperti bambu dan beras ketan disebut turut menggerakkan ekonomi lokal.

“Ini bukan hanya tentang rekor, tetapi bagaimana kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, dan UMKM mampu menggerakkan ekonomi dan memperkuat kebersamaan,” ujarnya.

Safaruddin menambahkan, tradisi tersebut harus terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari upaya menjaga kearifan lokal.

“Ini warisan budaya yang tidak boleh hilang. Kita ingin generasi mendatang tetap mengenal dan melestarikan tradisi ini,” katanya.

Syarifah Marhamah, pengurus PKK Gampong Blang Dalam, Kecamatan Babahrot menjelaskan, proses pembakaran lemang umumnya memakan waktu sekitar dua jam, tergantung kondisi api dan angin. Setelah matang, lemang kemudian dinikmati bersama oleh masyarakat

Menurutnya, lemang merupakan hidangan khas yang biasanya disajikan pada momen-momen penting seperti bulan puasa Ramadan, Hari Raya Idulfitri, dan Hari Raya Iduladha.

Lebih lanjut, Syarifah menilai kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memecahkan rekor, tetapi juga sebagai upaya melestarikan tradisi dan memperkuat kebersamaan masyarakat.

“Ini bagian dari menjaga tradisi dan kekompakan. Kami juga ingin mengedukasi generasi muda agar tidak meninggalkan budaya nenek moyang,” ujarnya.[]

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

Asops Kasad Cek Kesiapan Yonif 115 Macan Leuser, Pastikan Siap Jaga Perbatasan RI-PNG

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Darat (Asops Kasad), Mayor Jenderal TNI Aminton Manurung, bersama...

Media Lokal Harus Adaptif Hadapi AI

Media lokal dituntut semakin adaptif menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan perubahan platform digital...

Lembaga Wali Nanggroe Identifikasi Persoalan Kawasan Bebas Sabang

Tim Kajian Implementasi Nota Kesepahaman Helsinki (MoU Helsinki) dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006...

Mualem Lantik 248 Kepala SMA, SMK, dan SLB se-Aceh

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) melantik sebanyak 248 Kepala SMA, SMK dan SLB se-Aceh...

BPMA dan TNI Tinjau Blok A Medco di Aceh Timur, Perkuat Keamanan Operasi Hulu Migas

Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama jajaran TNI Angkatan Darat (AD) melaksanakan kunjungan lapangan...

More like this

Asops Kasad Cek Kesiapan Yonif 115 Macan Leuser, Pastikan Siap Jaga Perbatasan RI-PNG

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Darat (Asops Kasad), Mayor Jenderal TNI Aminton Manurung, bersama...

Media Lokal Harus Adaptif Hadapi AI

Media lokal dituntut semakin adaptif menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan perubahan platform digital...

Lembaga Wali Nanggroe Identifikasi Persoalan Kawasan Bebas Sabang

Tim Kajian Implementasi Nota Kesepahaman Helsinki (MoU Helsinki) dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006...