Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Wilayah Aceh mendorong percepatan penyelesaian revitalisasi sekolah terdampak banjir di Kabupaten Pidie. Ketua Tim Satgas PRR Wilayah Aceh, Imran, memastikan kendala pencairan dana yang masih menghambat penyelesaian sejumlah pekerjaan akan dikoordinasikan dengan kementerian terkait.
Hal tersebut disampaikan Imran saat meninjau SDN Lamkawie dan SDN Jaman, dua sekolah terdampak banjir yang tengah menjalani revitalisasi, Senin (19/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan perbaikan fasilitas pendidikan sekaligus mengidentifikasi kendala yang perlu segera ditangani. Di Kabupaten Pidie, anggaran untuk pemulihan fasilitas pendidikan mencapai sekitar Rp70 miliar
“Perbaikannya sudah sangat baik dan sekolah menjadi lebih nyaman. Harapannya anak-anak semakin semangat belajar, begitu juga para guru dalam memberikan pelajaran,” ujar Imran.
Di SDN Lamkawie, progres revitalisasi telah mencapai lebih dari 90 persen. Sekolah dengan sekitar 285 siswa dan 25 guru itu memperoleh dukungan anggaran sekitar Rp1,46 miliar. Anggaran tersebut untuk rehabilitasi tiga ruang kelas, penanganan bangunan lainnya, serta pembangunan dan rehabilitasi fasilitas toilet.
Kepala SDN Lamkawie, Jafarudin, mengatakan penyelesaian pekerjaan masih terkendala pencairan dana tahap kedua akibat persoalan administrasi pada aplikasi pelaporan. “Progresnya sekarang sudah lebih dari 90 persen. Kendalanya, dana tahap kedua belum masuk karena ada persoalan administrasi pada aplikasi pelaporan,” kata Jafarudin.
Adapun SDN Jaman memperoleh dukungan anggaran sekitar Rp1,14 miliar untuk memulihkan fasilitas sekolah yang terdampak banjir. Perbaikan meliputi penggantian atap, pembaruan lantai keramik, peninggian lantai pada beberapa bagian sekolah sekitar 30–40 sentimeter, serta pengadaan mebel.
Kepala SDN Jaman, Noviana, mengatakan pengadaan mebel masih menunggu pencairan dana tahap berikutnya sebesar 30 persen. Meski meja dan kursi baru belum tersedia, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan fasilitas yang ada.
Sebelum revitalisasi, banjir sempat menghentikan kegiatan belajar mengajar di SDN Jaman selama sekitar satu minggu. Setelah air surut, para siswa kembali masuk meski lingkungan sekolah masih dipenuhi lumpur. Untuk membantu siswa mengakses ruang kelas, Noviana bahkan menyusun bangku-bangku sekolah menjadi jembatan darurat.
“Saya buat jembatan darurat dari bangku-bangku anak-anak. Alhamdulillah, anak-anak masih bisa bersekolah walaupun dengan seragam seadanya,” ujarnya.
Semangat siswa untuk kembali belajar menjadi salah satu perhatian Imran dalam peninjauan tersebut. Ia berinteraksi dengan para siswa dan memberikan motivasi agar mereka terus belajar serta berani mengejar cita-cita meskipun sempat menghadapi dampak bencana.
“Kami berharap dengan sekolah ini, anak-anak semakin bergairah untuk belajar. Guru-guru juga semakin semangat memberikan pelajaran sehingga anak-anak punya masa depan yang lebih baik,” kata Imran.
Untuk mempercepat penyelesaian revitalisasi, Imran mengatakan Satgas PRR akan menyampaikan kendala pencairan dana kepada kementerian terkait melalui laporan tertulis. Persoalan tersebut juga akan dibahas dalam rapat di posko sebelum diteruskan untuk ditindaklanjuti.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Pidie, Ali Basyah, mengatakan program tersebut mencakup sejumlah fasilitas pendidikan dengan tingkat kemajuan pekerjaan yang berbeda-beda.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait terus berkoordinasi untuk mendukung kelanjutan program pemulihan. Satgas PRR berharap kendala administrasi dan pencairan dana dapat segera diselesaikan agar pekerjaan yang tersisa dapat dituntaskan.
Imran menegaskan bahwa pemulihan fasilitas pendidikan penting untuk memastikan anak-anak terdampak bencana dapat kembali belajar dalam lingkungan yang lebih nyaman. Penyelesaian revitalisasi diharapkan tidak hanya memulihkan bangunan sekolah, tetapi juga mendukung keberlangsungan pendidikan dan meningkatkan semangat siswa serta guru di Kabupaten Pidie.
Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Kabupaten Pidie, Efendi, mengatakan pemerintah daerah terus mendorong percepatan pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi. “Kami terus berupaya agar realisasi kegiatan bisa mencapai 100 persen. Sejumlah kegiatan sudah hampir selesai dan tinggal melengkapi pelaporannya,” kata dia. [*]


