HomeEkonomiSatgas PRR: 155 Hektare Sawah di Aceh Kembali Produktif Pascabencana

Satgas PRR: 155 Hektare Sawah di Aceh Kembali Produktif Pascabencana

Published on

Melalui program optimalisasi lahan, 155 hektare sawah terdampak bencana di Aceh Tamiang kembali produktif. Hasil panen mencapai 5–6 ton per hektare.

Pemulihan sektor pertanian menjadi salah satu bagian penting dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani yang dikawal Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Kementerian Dalam Negeri, sebanyak 155 hektare sawah terdampak bencana kini kembali produktif dan memasuki masa panen.

Capaian tersebut ditandai dengan panen raya di Kampung Paya Mentah, Kecamatan Karang Baru, Kamis, 29 Oktober 2026. Lahan yang sebelumnya mengalami kerusakan ringan kini kembali menghasilkan padi setelah mendapat penanganan melalui program optimalisasi lahan rawa (oplah).

Panen ini menjadi salah satu bukti perkembangan pemulihan sektor pertanian di Aceh Tamiang. Tidak hanya memperbaiki kondisi lahan, upaya tersebut juga membuka kembali kesempatan bagi petani untuk melanjutkan aktivitas produksi setelah bencana.

Ketua Satgas PRR Aceh, Imran, mengapresiasi kerja sama jajaran pertanian dan petani dalam mengembalikan produktivitas sawah. Menurut dia, keberhasilan panen raya menunjukkan bahwa upaya pemulihan yang dilakukan mulai memberikan hasil nyata.

Imran berharap produktivitas sawah yang saat ini mencapai 5–6 ton per hektare dapat terus meningkat menjadi 6–7 ton dan delapan ton per hektare melalui pengelolaan lahan dan penerapan teknologi pertanian yang lebih baik.

“Saya ingin mengapresiasi jajaran pertanian yang telah bekerja luar biasa sehingga hari ini, untuk kesekian kalinya, kita bisa melakukan panen raya di Aceh Tamiang,” ujar Imran.

Tantangan pemulihan pertanian di Aceh Tamiang tidak ringan. Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyebutkan bahwa hampir 6.000 hektare dari lebih 8.000 hektare lahan pertanian di wilayahnya terdampak bencana, dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang.

Pemerintah daerah terus melakukan penanganan melalui dukungan anggaran, perbaikan lahan, serta koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI. Hingga saat ini, progres penanganan lahan pertanian telah mendekati 60 persen.

Armia mengapresiasi dukungan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian dan Satgas PRR, dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian. Sinergi lintas sektor dinilai penting agar lahan yang terdampak dapat kembali dimanfaatkan oleh petani.

Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Aceh, Agus Susanto, menjelaskan bahwa 155 hektare sawah yang dipanen merupakan lahan dengan kategori kerusakan ringan. Melalui program oplah, lahan tersebut kembali dapat diolah dan ditanami padi.

Hasil panen saat ini mencapai sekitar 5–6 ton per hektare. Produktivitas tersebut diharapkan meningkat pada musim tanam berikutnya melalui penerapan metode dan teknologi pertanian yang lebih optimal.

Bagi Aceh Tamiang, keberhasilan mengembalikan 155 hektare sawah ke masa panen merupakan bagian dari proses pemulihan yang lebih luas. Peran Satgas PRR dalam mengawal koordinasi dan percepatan rehabilitasi bersama kementerian, pemerintah daerah, serta unsur terkait menjadi bagian dari upaya mengembalikan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemulihan tidak berhenti ketika sawah kembali ditanami. Peningkatan produktivitas, keberlanjutan musim tanam, dan kemampuan petani mengelola lahan menjadi tahapan penting berikutnya. Dengan demikian, rehabilitasi sektor pertanian diharapkan tidak hanya mengembalikan kondisi sebelum bencana, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Aceh Tamiang. []

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News

Artikel Terbaru

Dek Fadh Dampingi Mendagri Tinjau Kerusakan akibat Banjir di Pidie Jaya

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) mendampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meninjau...

Mualem Minta Pusat Segera Tuntaskan Dana Otsus, Tanah Blang Padang, dan Bendera Aceh

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) menghadiri Rapat...

1.932 Anak Keluarga Miskin di Aceh Kini Bersekolah di Lima Sekolah Rakyat

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyelesaikan pembangunan lima Sekolah Rakyat permanen Tahap II di...

UKJ AJI Angkatan 110 di Banda Aceh Tuntas, 28 Jurnalis Dinyatakan Kompeten

Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Angkatan 110 di Banda Aceh resmi...

BPMA dan PGE Mulai Pengeboran Sumur Eksplorasi Rayeu D-1 di Aceh Utara

Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama PT Pema Global Energi (PGE) resmi memulai pengeboran...

More like this

Dek Fadh Dampingi Mendagri Tinjau Kerusakan akibat Banjir di Pidie Jaya

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) mendampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meninjau...

Mualem Minta Pusat Segera Tuntaskan Dana Otsus, Tanah Blang Padang, dan Bendera Aceh

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) menghadiri Rapat...

1.932 Anak Keluarga Miskin di Aceh Kini Bersekolah di Lima Sekolah Rakyat

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyelesaikan pembangunan lima Sekolah Rakyat permanen Tahap II di...