Sedikitnya lima jembatan dan dua ruas jalan utama di Kota Subulussalam mengalami kerusakan berat akibat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut dalam sepekan terakhir. Hal ini berdasarkan laporan resmi Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Subulussalam yang mendata kerusakan pada sejumlah titik penting penghubung antar desa.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Kota Subulussalam, Irman, mengatakan bahwa banjir dengan arus kuat membawa material lumpur dan potongan kayu, menghantam struktur jembatan dan menyebabkan sebagian badan jalan tergerus.
“Dalam pendataan awal, ada lima jembatan yang mengalami kerusakan signifikan dan dua ruas jalan yang juga terdampak. Tim teknis sudah turun sejak hari pertama banjir surut untuk memastikan kondisi di lapangan dan menentukan langkah penanganan darurat,” kata Irman, Kamis (4/12/2025).
Adapun titik-titik infrastruktur yang mengalami kerusakan meliputi, Jembatan Gantung Namo Buaya Putus akibat terjangan banjir, Jembatan Gantung Namo Tampukmas (Wisata Namo Buaya) Putus dan tidak dapat dilalui, Jembatan Gantung Pegayo, Kecamatan Simpang Kiri Putus dan akses masyarakat terputus, Jembatan Gantung Sikandang, Kecamatan Simpang Kiri Struktur abutment rusak berat dan Jembatan Mulas, Kecamatan Penanggalan rusak berat dan oprit turun akibat tekanan air.
Sementara itu dua ruas jalan provinsi juga dilaporkan rusak. Kedua jalan itu ialah Ruas Jalan Subulussalam – Rundeng (Provinsi) Bahu jalan jebol dan saluran drainase terbawa arus banjir/longsor dan Ruas Jalan Makin Sulangit – Namo Buaya Bahu jalan amblas dan tertutup material banjir.
Berdasarkan laporan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Subulussalam, dari kerusakan infrastruktur yang mengalami kerusakan berat itu. Total kerugian sementara ditaksir mencapai Rp 3,9 miliar.
“Dari hasil pendataan awal di tujuh titik, total kerusakan infrastruktur ditaksir mencapai Rp 3,9 miliar. Angka ini masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah seiring pendataan lanjutan,” ujar Irman.
“Fokus utama kami adalah membuka akses darurat di titik-titik paling vital sambil menyiapkan usulan perbaikan permanen ke pemerintah provinsi dan pusat,” tambahnya.
Irman menegaskan bahwa pihaknya telah menyampaikan laporan tersebut kepada Pemerintah Kota dan instansi terkait untuk percepatan penanganan. []


