Banjir melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Minggu (27/9/2026). Ketinggian air dilaporkan terus meningkat hingga mencapai sekitar 1 meter seiring tingginya curah hujan dan naiknya debit Sungai Lae Souraya.
Hingga sekitar pukul 14.25 WIB, ketinggian air di Desa Jabi-Jabi, Kecamatan Sultan Daulat, mengalami kenaikan signifikan. Sebelumnya berada di kisaran 15 sentimeter, kini mencapai sekitar 100 sentimeter.
Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah fasilitas dan akses masyarakat. SDN Jabi-Jabi dilaporkan tergenang air dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter.
“Selain fasilitas pendidikan, dua rumah ibadah juga terdampak. Masjid di Dusun Darul Makmur, Desa Jabi-Jabi, tergenang hingga sekitar 50 sentimeter. Sementara Rumah Suluk atau Balai Pengkajian di Desa Suka Maju terendam sekitar 30 sentimeter,” kata petugas Pusdalops BPBD Subulussalam, Charles.
“Banjir juga menggenangi badan jalan penghubung antardesa dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter,” ujarnya.
Kondisi tersebut menyebabkan akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Sementara itu, peningkatan debit Sungai Lae Souraya turut meningkat di Kecamatan Rundeng. Air dilaporkan perlahan mendekati areal pemukiman warga.
Sungai Lae Souraya diketahui berhulu di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara dan Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara. Peningkatan debit sungai menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi kondisi banjir di wilayah Kota Subulussalam.


