HomeNewsIbu-Ibu Cot Lamee Belajar Hias Payung Pengantin, Didampingi KKN USK

Ibu-Ibu Cot Lamee Belajar Hias Payung Pengantin, Didampingi KKN USK

Published on

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) dari Program Studi Sosiologi dan Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), mendampingi ibu-ibu Gampong Cot Lamee, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, dalam pelatihan pembuatan payung pengantin bermotif Aceh, Minggu (27/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Gampong Binaan (PKM-BGB) melalui program “Membangun Fondasi Literasi dan Modal Sosial Gampong Cot Lamee Menuju Komunitas Berdaya dan Inklusif.”

Pelatihan dilaksanakan di meunasah Gampong Cot Lamee dan diikuti oleh masyarakat, khususnya ibu-ibu.

Ketua pengabdian, Nurul Fajri, S.Pd., M.Han., bersama anggota pengabdian Novi Susilawati, S.I.Kom., M.I.Kom., dan Helmi, M.I.P., turut mendampingi pelaksanaan kegiatan.

Pelatihan menghadirkan Rahmi dari Program Studi Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Medan, sebagai pelatih yang memberikan pendampingan kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu Gampong Cot Lamee. Rahmi memberikan arahan secara langsung mengenai teknik menghias payung pengantin menggunakan manik-manik dengan motif bunga.

Pelatihan dilakukan secara praktik. Peserta mengikuti tahapan menghias payung, mulai dari menentukan pola motif, menata hiasan, hingga menempelkan manik-manik pada payung. Payung berwarna kuning digunakan sebagai media untuk membuat hiasan bermotif bunga.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengerjakan payung secara bersama-sama. Mereka duduk melingkar sambil mengerjakan bagian masing-masing dan saling membantu ketika mengalami kesulitan. Mahasiswa KKN juga mendampingi peserta selama proses pembuatan hiasan.

Ketua pengabdian, Nurul Fajri, S.Pd., M.Han., mengatakan pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan keterampilan yang bisa dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat, khususnya ibu-ibu Gampong Cot Lamee.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap ibu-ibu di Gampong Cot Lamee dapat memperoleh keterampilan baru yang bisa terus dikembangkan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan melestarikan kerajinan payung pengantin bermotif Aceh,” ujar Nurul Fajri.

Payung pengantin merupakan salah satu perlengkapan yang biasa digunakan dalam prosesi pernikahan masyarakat Aceh. Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada teknik menghias payung menggunakan manik-manik dengan motif bunga.

Kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi antara mahasiswa KKN FISIP USK dan masyarakat Gampong Cot Lamee. Pendampingan dilakukan secara langsung selama proses praktik, sehingga peserta dapat mengikuti setiap tahapan pembuatan hiasan payung.

Bagi masyarakat, keterampilan tersebut dapat menjadi pengetahuan baru yang dapat dipraktikkan kembali setelah pelatihan. Selain berkaitan dengan perlengkapan adat, pembuatan payung pengantin juga dapat dikembangkan sebagai kerajinan yang memiliki nilai ekonomi.

Program “Membangun Fondasi Literasi dan Modal Sosial Gampong Cot Lamee Menuju Komunitas Berdaya dan Inklusif” merupakan bagian dari pelaksanaan PKM-BGB Universitas Syiah Kuala.

Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa, tim pengabdian, pelatih, dan masyarakat dalamproses belajar dan praktik bersama dengan memanfaatkan potensi yang ada di Gampong Cot Lamee.

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News

Artikel Terbaru

Muhammad Ridwan Ungkap Alasan Terima Persiraja di Tengah 3 Kekalahan Beruntun

Muhammad Ridwan tak banyak membutuhkan waktu untuk memutuskan menerima tawaran menjadi pelatih kepala Persiraja...

Gempa M 4,6 Guncang Aceh Besar dan Banda Aceh, Dirasakan hingga Skala IV MMI

Gempa bumi tektonik mengguncang Kabupaten Aceh Besar dan sekitarnya pada Senin, 28 September 2026...

Mahasiswa KKN USK Ajarkan Literasi Bahasa Indonesia ke Anak Gampong Cot Lamee

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Ilmu Komunikasi dan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial...

Kenduri Sastra Aceh 2026 Hidupkan Kembali Karya Abad ke-16 hingga Jejak Ali Hasjmy

Aceh pernah memiliki sejumlah maestro di bidang sastra. Karya-karya mereka bahkan pernah mewarnai jagat...

Persiraja Tunjuk Muhammad Ridwan sebagai Pelatih Baru Usai Tiga Kekalahan Beruntun

Persiraja Banda Aceh melakukan perubahan di kursi pelatih setelah menelan tiga kekalahan beruntun pada...

More like this

Muhammad Ridwan Ungkap Alasan Terima Persiraja di Tengah 3 Kekalahan Beruntun

Muhammad Ridwan tak banyak membutuhkan waktu untuk memutuskan menerima tawaran menjadi pelatih kepala Persiraja...

Gempa M 4,6 Guncang Aceh Besar dan Banda Aceh, Dirasakan hingga Skala IV MMI

Gempa bumi tektonik mengguncang Kabupaten Aceh Besar dan sekitarnya pada Senin, 28 September 2026...

Mahasiswa KKN USK Ajarkan Literasi Bahasa Indonesia ke Anak Gampong Cot Lamee

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Ilmu Komunikasi dan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial...