HomeNewsBanjir Rendam Sejumlah Desa di Subulussalam, Akses Jalan Terganggu

Banjir Rendam Sejumlah Desa di Subulussalam, Akses Jalan Terganggu

Published on

Curah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Subulussalam sejak sepekan terakhir menyebabkan sejumlah sungai meluap dan memicu banjir di empat kecamatan. Laporan Pusat Pengendalian dan Operasi Bencana BPBD Kota Subulussalam mencatat banjir terjadi di Kecamatan Rundeng, Longkib, Penanggalan, dan Simpang Kiri dengan kondisi terdampak bervariasi.

Banjir mulai terjadi pada Selasa pagi di Kecamatan Rundeng dan Longkib sekitar pukul 11.22 WIB, disusul Kecamatan Penanggalan pada pukul 20.30 WIB, serta Kecamatan Simpang Kiri pada Rabu dini hari (26/11/2025) sekitar pukul 05.00 WIB.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subulussalam, Ali Supratman, menyebutkan tingginya intensitas hujan membuat beberapa sungai tak mampu menampung debit air. Sungai Lae Soraya meluap di Kecamatan Rundeng dan Longkib, Sungai Tambar Lihe meluap di Desa Danau Tras, serta Sungai Lae Kombih meluap di Kecamatan Penanggalan.

Akibatnya, akses jalan antar-desa di Kecamatan Rundeng terendam dengan ketinggian air mencapai 50–70 cm. Di Desa Binanga, air setinggi 60–70 cm menggenangi jalan utama dari Rundeng menuju Binanga, sementara di Desa Oboh banjir mencapai 50 cm dan mulai masuk ke pemukiman warga.

“Jalan nasional Subulussalam – Tapaktuan di Desa Danau Tras juga terendam sehingga mobilitas kendaraan terganggu,” ujarnya.

Permukiman Warga Terendam

Sejumlah rumah warga mulai terdampak. Air memasuki permukiman di Desa Panji (Kecamatan Longkib), Desa Oboh (Kecamatan Rundeng), dan Desa Dasan Raja (Kecamatan Penanggalan). BPBD melaporkan bahwa kondisi air di Desa Siperkas mulai berangsur surut, namun genangan masih tinggi di Binanga dan Danau Tras.

BPBD Kota Subulussalam menyebut jumlah jiwa dan kepala keluarga terdampak masih dalam proses pendataan.

“Tim TRC BPBD Kota Subulussalam telah dikerahkan untuk melakukan monitoring, pendataan, dan pemantauan debit air. Personel juga melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan instansi terkait serta tetap disiagakan di titik-titik rawan,” ucap Ali Supratman.

Kata dia, cuaca pada Rabu pagi tercatat masih hujan deras dengan suhu 24°C dan kelembaban mencapai 96% berdasarkan data BMKG.

BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan mengingat curah hujan masih tinggi. []

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

Brigjen Ali Imran Pimpin Sertijab Lima Dandim Jajaran Korem Lilawangsa

Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa sekaligus Danrindam IM, Brigjen TNI Ali Imran, memimpin upacara Serah...

Mualem Hadiri Munaslub APPSI, Kawal Sinkronisasi Kebijakan Strategis untuk Perkuat Ekonomi Aceh

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menghadiri Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Asosiasi Pemerintah Provinsi...

BWI Umumkan Indeks Wakaf Nasional 2026, Aceh Masuk Lima Besar Terbaik

Badan Wakaf Indonesia (BWI) menetapkan Aceh sebagai salah satu dari lima provinsi dengan tata...

Peringati Harlah ke-7, Penghulu Aceh Tanam 933  Pohon

Memperingati hari lahir (harlah) ke-7,  Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia PW APRI Aceh...

Didampingi Wagub Aceh, Mentan Pastikan Dukungan Pengembangan Kopi Gayo

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau lokasi produksi benih...

More like this

Brigjen Ali Imran Pimpin Sertijab Lima Dandim Jajaran Korem Lilawangsa

Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa sekaligus Danrindam IM, Brigjen TNI Ali Imran, memimpin upacara Serah...

Mualem Hadiri Munaslub APPSI, Kawal Sinkronisasi Kebijakan Strategis untuk Perkuat Ekonomi Aceh

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menghadiri Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Asosiasi Pemerintah Provinsi...

BWI Umumkan Indeks Wakaf Nasional 2026, Aceh Masuk Lima Besar Terbaik

Badan Wakaf Indonesia (BWI) menetapkan Aceh sebagai salah satu dari lima provinsi dengan tata...