Petani asal Desa Pegayo, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, yang dilaporkan hilang terseret arus Sungai Lae Kombih dua hari lalu, ditemukan meninggal dunia.
Kepala Seksi Kebencanaan dan Tanggap Darurat BPBD Kota Subulussalam, Ali Suparatman menjelaskan bahwa korban ditemukan mengapung di aliran Sungai Lae Kombih, berjarak sekitar 5,7 kilometer dari lokasi awal korban dinyatakan hilang. “Korban ditemukan dalam keadaan mengapung dan langsung kami evakuasi bersama tim gabungan,” ujarnya, Senin (8/12/2025).
Sementara itu, Kapolres Subulussalam AKBP Muhammad Yusuf melalui Kapolsek Simpang Kiri, AKP Evizarrianto, menyampaikan bahwa penemuan mayat sekitar pukul 06.30 WIB. Korban terlihat oleh para santri Pondok Pesantren Tahfiz Raudatul Qur’an yang saat itu sedang membersihkan halaman pesantren.
Para santri melihat sosok tubuh hanyut di aliran Sungai Lae Kombih tepat di depan pesantren. Seorang santri kemudian turun ke sungai menggunakan perahu sampan manual, mendayung mendekati tubuh korban, dan berhasil menepi serta menyandarkannya ke tepi sungai. Setelah memastikan keadaan korban, para santri langsung melaporkan kejadian itu kepada BPBD Kota Subulussalam.
Tim gabungan dari BPBD Kota Subulussalam, TNI / Polri serta masyarakat setempat bergerak ke lokasi. Korban dievakuasi menuju rumah duka di Desa Pegayo, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, menggunakan mobil double cabin BPBD Kota Subulussalam.
“Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Pihak keluarga telah menerima jenazah” tutupnya. []


