HomeNewsBNPT dan FKPT Gelar Kenduri Desa Damai di Aceh Barat

BNPT dan FKPT Gelar Kenduri Desa Damai di Aceh Barat

Published on

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh menggelar Kenduri (Kenali dan Peduli Lingkungan Sendiri) Desa Damai di Gampong Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Selasa (14/3/2023). Kegiatan ini digelar dalam upaya menangkal radikalisme dan terorisme dengan melibatkan masyarakat.

Ketua FKPT Aceh, Mukhlisuddin Ilyas, menyampaikan, kegiatan Kenduri Desa Damai bertujuan untuk memberikan pemahaman dan wawasan kepada elemen masyarakat, mengenai pentingnya kearifan lokal dalam pencegahan radikalisme, dan segala ancaman yang terkait dengan terorisme.

Menurutnya, radikalisme dan terorisme tidak mengenal agama, profesi, jenjang pendidikan, kaya atau miskin. “Semuanya bisa memiliki potensi untuk terpapar virus radikalisme dan terorisme ini,” ujarnya.

Untuk itu, Aceh sebagai sebuah daerah yang memiliki nilai-nilai sejarah yang kosmopolitan, tentu memiliki nilai-nilai kearifan lokal. Kata Mukhlis, kearifan lokal harus menjadi pengawal Aceh dari segala ancaman intoleransi, radikalisme dan terorisme.

“Dalam perspektif sejarah, sulit orang Aceh terpapar radikalisme dan terorisme. Tapi nyatanya, hari ini telah ada beberapa putra Aceh yang terlibat dalam kelompok terorisme. Mari kita waspada, terutama Aceh Barat dapat terhindar dari ancaman-ancaman intoleransi, radikalisme dan terorisme,” sebutnya.

Kegiatan ini diikuti 90 peserta, terdiri dari aparatur desa, masyarakat, tokoh lintas agama, perwakilan organisasi kemasyarakatan, camat, bhabinkamtibmas, unsur Forkopimda Aceh Barat, perwakilan Kemenag, dan Kepala Badan Kesbangpol Aceh Barat, serta turut dihadiri Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI, Kolonel Rahmad Suhendro; dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Barat, Bismi; dan pengurus FKPT Aceh. []

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

Manuskrip Bersejarah Aceh Dikuasai Warga Malaysia, Pemilik Siapkan Upaya Hukum Internasional 

Sejumlah manuskrip bersejarah Aceh diduga masih berada dalam penguasaan seorang bangsawan Malaysia. Pemiliknya Tarmizi...

USK Tambah 5 Profesor Baru, Lahirkan Pakar Peradilan Adat Pertama di Indonesia

Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menambah kekuatan akademiknya dengan mengukuhkan lima profesor baru dalam...

Mensos dan Wagub Aceh Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Aceh Besar

‎Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mendampingi kunjungan kerja Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, dalam...

Terima BAM DPR RI, Sekda Aceh Cari Jalan Keluar bagi Warga Eks Blang Lancang-Rancong

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menerima kunjungan kerja Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR...

Membangun Lebih Baik dan Aman: Evaluasi Pemulihan Pascabanjir Aceh 2026-2028

Oleh: Tarmizi Banjir besar dan tanah longsor yang melanda Aceh pada November 2025 menjadi...

More like this

Manuskrip Bersejarah Aceh Dikuasai Warga Malaysia, Pemilik Siapkan Upaya Hukum Internasional 

Sejumlah manuskrip bersejarah Aceh diduga masih berada dalam penguasaan seorang bangsawan Malaysia. Pemiliknya Tarmizi...

USK Tambah 5 Profesor Baru, Lahirkan Pakar Peradilan Adat Pertama di Indonesia

Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menambah kekuatan akademiknya dengan mengukuhkan lima profesor baru dalam...

Mensos dan Wagub Aceh Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Aceh Besar

‎Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mendampingi kunjungan kerja Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, dalam...