HomeNewsTerkait Sengketa Warga Sungai Iyu-PT Rapala, Wali Nanggroe Aceh: Harus Segera Diselesaikan

Terkait Sengketa Warga Sungai Iyu-PT Rapala, Wali Nanggroe Aceh: Harus Segera Diselesaikan

Published on

Terkait penyelesaian sengketa berkepanjangan antara warga Desa Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, dengan PT Raya Padang Langkat (Rapala), Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al-Haythar secara tegas meminta kepada semua pihak agar segera melaksanakan butir-butir perjanjian yang telah disepakati sesuai pertemuan pada 22 Mei lalu.

Kabag Humas dan Kerja Sama Wali Nanggroe M Nasir Syamaun mengatakan, permintaan Wali Nanggroe tersebut disampaikan pada pertemuan lanjutan antara Forkopimkab Aceh Tamiang, masyarakat Desa Sungai Iyu, dan PT Rapala, di Ruang Rapat DPRK setempat, Rabu (21/6/2023).

Ia menyebutkan, kehadiran Wali Nanggroe pada forum tersebut sesuai surat permintaan Datok Penghulu Sungai Iyu yang dikirim secara resmi beberapa waktu lalu, perihal penyelesaian sengketa dengan PT Rapala.

“Pada 22 Mei lalu memang telah ada kesepakatan, namun belum semua butir-butir kesepakatan terlaksana. Karena itu, melalui Wali Nanggroe, masyarakat Sungai Iyu meminta agar persoalan tersebut segera diselesaikan,” kata M Nasir lewat keterangan resmi, dikutip Kamis (22/6).

Menyahuti surat tersebut, Wali Nanggroe meminta agar permasalahan segera dapat diselesaikan dengan tetap mengedepankan prinsip musyawarah.

“Sengketa harus diselesaikan, apalagi sudah ada perjanjian damai. Tentu perlu segera direalisasikan,” kata Wali Nanggroe.

Turut hadir pada pertemuan itu antara lain Pj Bupati Aceh Tamiang Meurah Budiman, Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, Direktur Operasional PT Rapala Zulkifli dan Datok Penghulu Kampong Sungai Iyu Ramlan.

Sementara Wali Nanggroe didampingi Staf Khusus M Raviq serta Kabag Humas dan Kerja Sama M. Nasir Syamaun.

Seperti diketahui, pada 22 Mei lalu, terjadi kesepakatan damai antara masyarakat Sungai Iyu dengan PT Rapala.

Ketua Komisi I DPRK Aceh Tamiang Miswanto yang saat itu turut memfasilitasi pertemuan mengatakan, permasalahan muncul saat terjadi peralihan HGU dari PT Parasawita ke PT Rapala.

Saat peralihan, tambah Anggota DPRK Aceh Tamiang Fraksi Partai Aceh itu, terjadi perbedaan pandangan yang kemudian menjadi persoalan berkepanjangan.

Kemudian pertemuan 22 Mei menghasilkan beberapa kesepakatan.

“Melalui Wali Nanggroe, kami meminta kebijakan dari Pj Bupati, agar pihak perusahaan melakukan hal-hal yang perlu dilakukan, sesuai dengan kesepakatan, sehingga kita semua tidak berdampak dari yang sudah kita sepakati,” kata Datok Penghulu Kampung Sungai Iyu.

Menanggapi pertemuan itu, Direktur Operasional PT Rapala Zulkifli mengatakan, pihaknya akan melaksanakan kesepakatan yang telah dibuat. Salah satu yang akan dilakukan dalam waktu segera adalah, membangun Kantor Datok atau Kantor Kepala Kampung Sungai Iyu pada tahun ini, yang sumber anggarannya diambil dari dana CSR perusahaan.

“Selain itu kita juga akan terus bantu fasilitas-fasilitas sosial di desa yang ada di sekitar perkebunan,” kata Zulfikli. []

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

4.833 Napi di Aceh Terima Remisi HUT ke-81 RI, 25 Orang Langsung Bebas

Sebanyak 4.833 narapidana (napi) dan anak binaan pemasyarakatan di Aceh menerima remisi dalam rangka...

Dari Kedabuhan untuk Negeri: Merayakan Kemerdekaan dengan Menjaga Alam

Semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan pengibaran Bendera...

Keluarga Pahlawan Terima Penghargaan dari Pemerintah Aceh di HUT ke-81 RI

Sejumlah keluarga pahlawan, perintis kemerdekaan, veteran, dan warakawuri menerima penghargaan dari Pemerintah Aceh dalam...

HUT ke-81 RI, Wagub Aceh: Mari Jaga Perdamaian dan Wujudkan Aceh Sejahtera

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyerukan kepada seluruh rakyat Aceh untuk menjaga perdamaian dan bahu-membahu...

Kericuhan Hari Damai Aceh Dibahas Forkopimda, Bendera Bintang Bulan Dikonsultasikan ke Mendagri

Kericuhan yang mewarnai peringatan Hari Damai Aceh ke-21 menjadi perhatian utama dalam rapat Forkopimda...

More like this

4.833 Napi di Aceh Terima Remisi HUT ke-81 RI, 25 Orang Langsung Bebas

Sebanyak 4.833 narapidana (napi) dan anak binaan pemasyarakatan di Aceh menerima remisi dalam rangka...

Dari Kedabuhan untuk Negeri: Merayakan Kemerdekaan dengan Menjaga Alam

Semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan pengibaran Bendera...

Keluarga Pahlawan Terima Penghargaan dari Pemerintah Aceh di HUT ke-81 RI

Sejumlah keluarga pahlawan, perintis kemerdekaan, veteran, dan warakawuri menerima penghargaan dari Pemerintah Aceh dalam...