Semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan pengibaran Bendera Merah Putih. Di Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, semangat kemerdekaan diterjemahkan dalam aksi nyata menjaga lingkungan dan kelestarian alam.
Senin, 17 Agustus 2026. Lembaga Konservasi Desa Jontor “Lestari Kedabuhan Jontor” bersama Pemerintah Kampong Jontor dan masyarakat setempat melaksanakan kegiatan pelestarian lingkungan di kawasan Air Terjun Kedabuhan. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pengibaran Bendera Merah Putih, aksi membersihkan sampah, serta penanaman pohon di sekitar kawasan air terjun.
Ketua Lembaga Konservasi Desa Jontor Suardi Manik mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bentuk sederhana masyarakat dalam memaknai kemerdekaan dengan menjaga kekayaan alam yang dimiliki Desa Jontor.
“Kemerdekaan bukan hanya tentang mengibarkan bendera, tetapi juga bagaimana kita menjaga tanah dan alam yang diwariskan kepada kita. Air Terjun Kedabuhan adalah kekayaan Desa Jontor yang harus kita rawat bersama,” ujar Suardi.
Menurut Suardi, kawasan Air Terjun Kedabuhan memiliki nilai penting bagi masyarakat, bukan hanya sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem yang perlu dijaga keberlangsungannya.
Aksi bersih-bersih dilakukan dengan mengangkat berbagai sampah yang ditemukan di sekitar kawasan air terjun. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung.
Tidak berhenti pada persoalan kebersihan, masyarakat juga melakukan penanaman pohon sebagai bagian dari upaya konservasi jangka panjang. Vegetasi yang tumbuh di kawasan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem serta memperkuat fungsi kawasan sebagai daerah resapan air.
Suardi menegaskan bahwa menjaga kawasan Air Terjun Kedabuhan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah kampong, lembaga konservasi, masyarakat, serta para pengunjung untuk menjaga kawasan tersebut dari sampah, kerusakan lingkungan, maupun aktivitas yang dapat mengganggu kelestarian alam.
Bagi masyarakat Jontor, pengibaran bendera di kawasan air terjun memiliki makna tersendiri. Sang Saka Merah Putih berkibar di tengah kawasan alam, menjadi simbol bahwa rasa cinta tanah air dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan.
“Semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Masyarakat tidak hanya datang untuk membersihkan kawasan, tetapi juga menanam harapan agar Air Terjun Kedabuhan tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi berikutnya,” kata Suardi.
Air Terjun Kedabuhan pada akhirnya bukan sekadar aliran air yang jatuh di tengah bentang alam Tahura Lae Kombih. Ia merupakan bagian dari identitas dan kekayaan alam yang memiliki nilai ekologis sekaligus sosial bagi masyarakat.
Melalui momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat Jontor menunjukkan bahwa mencintai Indonesia dapat dimulai dari hal sederhana: memungut sampah, menanam pohon, menjaga sumber air, dan merawat alam.
“Dari Air Terjun Kedabuhan, semangat kemerdekaan mengalir bersama kepedulian untuk menjaga alam agar tetap lestari,” ujarnya.


