HomeNewsSering Makan Korban, Warga Kirim Surat Terbuka soal Jalan Berbahaya Aceh-Sumut di...

Sering Makan Korban, Warga Kirim Surat Terbuka soal Jalan Berbahaya Aceh-Sumut di Jurang Lae Kombih

Published on

Kondisi jalan nasional yang menghubungkan wilayah Aceh dan Sumatera Utara (Sumut), khususnya di kawasan Kabupaten Pakpak Bharat dan Kota Subulussalam, kembali menjadi sorotan. Masyarakat pengguna jalan melayangkan surat terbuka kepada sejumlah pejabat, mulai dari Gubernur Sumatera Utara, Bupati Pakpak Bharat, Gubernur Aceh, Wali Kota Subulussalam hingga Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

Dalam surat tersebut, warga mengeluhkan kondisi jalan yang dinilai sangat membahayakan keselamatan. Jalur yang dikenal ekstrem, terutama di titik rawan Jurang Lae Kombih, disebut memiliki tikungan tajam, jurang curam, serta minimnya fasilitas pengaman seperti guardrail atau palang pembatas.

“Setiap kali melintasi jalan ini, kami merasa tidak aman dan khawatir akan keselamatan jiwa kami,” ujar Jhoni Bancin, warga Lae Ikan yang berdomisili di perbatasan Aceh-Sumut kepada acehkini, Rabu (8/4/2026).

Jhoni menyebut, kawasan Jurang Lae Kombih selama ini kerap memakan korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas. Ia menilai, banyak insiden sebenarnya dapat dicegah apabila terdapat perhatian serius dari pemerintah, khususnya dalam penyediaan infrastruktur keselamatan di sepanjang jalan yang berada tepat di jurang sungai.

Antara Bukit dan Jurang: Tragedi Tak Berkesudahan di Jalan Lintas Sumatera

Meski telah berulang kali dilaporkan kepada pihak terkait, masyarakat mengaku hingga kini belum melihat adanya langkah konkret untuk memperbaiki kondisi jalan tersebut. Kekhawatiran pun semakin meningkat seiring potensi terjadinya kecelakaan serupa di masa mendatang.

Dalam surat tersebut, masyarakat mengajukan tiga tuntutan utama kepada pemerintah, yakni pemasangan palang pengaman di sepanjang jalur rawan, perbaikan serta perawatan rutin jalan nasional, dan peningkatan kesadaran keselamatan berlalu lintas bagi pengguna jalan.

“Kami berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat segera merespons keluhan ini sebelum kembali jatuh korban. Kami menegaskan bahwa keselamatan warga dan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.[]

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

Kak Na Gelar Open House Iduladha Perdana di Pedalaman Aceh Barat, Serap Aspirasi Warga

Suasana Iduladha di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, terasa berbeda tahun ini....

Muslim Aid dan YKMI Salurkan 19 Sapi Qurban untuk 2.769 Warga Rentan di Aceh Timur

Muslim Aid bersama Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI) menyalurkan 19 ekor sapi qurban kepada...

Sekda Aceh Minta SKPA Percepat Realisasi Anggaran, Serapan APBA 2026 Capai Rp3,5 T

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) mempercepat...

Ribuan Jamaah Salat Iduladha di Masjid Raya Baiturrahman, Khutbah Disampaikan Abi Anwar Kuta Krueng

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan...

Museum Tsunami Aceh Luncurkan Pameran “Tsunami: Jejak Ingatan, Dari Hikayat ke Metadata”

Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Tsunami Aceh resmi membuka pameran temporer terbaru bertajuk...

More like this

Kak Na Gelar Open House Iduladha Perdana di Pedalaman Aceh Barat, Serap Aspirasi Warga

Suasana Iduladha di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, terasa berbeda tahun ini....

Muslim Aid dan YKMI Salurkan 19 Sapi Qurban untuk 2.769 Warga Rentan di Aceh Timur

Muslim Aid bersama Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI) menyalurkan 19 ekor sapi qurban kepada...

Sekda Aceh Minta SKPA Percepat Realisasi Anggaran, Serapan APBA 2026 Capai Rp3,5 T

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) mempercepat...