Operasi pencarian terhadap pasangan suami istri (pasutri) korban kecelakaan lalu lintas tunggal minibus jenis Toyota Kijang Innova warna silver dengan nomor polisi BK 1213 SP yang dilaporkan terjun ke jurang Sungai Lae Kombih, kawasan Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe (STTUJ), Kabupaten Pakpak Barat, resmi ditutup pada hari ketujuh, Senin (6/4/2026).
Kedua korban diketahui merupakan warga Kota Subulussalam, yakni Rudi Simanjuntak dan Risma Tumangger. Hingga berakhirnya operasi pencarian, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan keberadaan korban maupun kendaraan yang dilaporkan hilang.
Adik kandung korban, Dani Simanjuntak, menyampaikan harapan kepada pihak terkait agar masa pencarian dapat diperpanjang. Ia meminta perhatian dari Basarnas melalui BPBD Kota Subulussalam untuk melanjutkan upaya pencarian.
“Kami memohon kepada Basarnas Aceh melalui BPBD Kota Subulussalam agar menambah masa pencarian,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan Regu Basarnas Medan, Romy Ersa, menjelaskan bahwa mekanisme perpanjangan operasi pencarian harus melalui koordinasi pemerintah daerah, baik Pemerintah Kota Subulussalam maupun Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, dengan Basarnas Medan, yang selanjutnya akan diteruskan ke Basarnas Aceh.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pada hari ketujuh ini operasi pencarian secara resmi telah ditutup dengan hasil nihil.
Selama proses pencarian, berbagai upaya telah dilakukan oleh tim SAR gabungan. Mulai dari penurunan personel menggunakan tali ke dasar jurang, penyisiran menggunakan drone termal, hingga pengarungan Sungai Lae Kombih dengan perahu karet. Selain itu, pemasangan jaring juga dilakukan di sejumlah titik aliran sungai.
“Meski berbagai metode telah diterapkan secara maksimal, hingga akhir operasi pencarian, keberadaan korban maupun kendaraan belum berhasil ditemukan,” ujarnya.[]
Antara Bukit dan Jurang: Tragedi Tak Berkesudahan di Jalan Lintas Sumatera



