Presiden Prabowo Subianto kembali menyalurkan bantuan sapi untuk tradisi meugang di Aceh menjelang Idulfitri 1447 H/2026. Bantuan yang diprioritaskan bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor itu mendapat apresiasi dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fadh), yang sekaligus mengundang Presiden merayakan Idulfitri bersama masyarakat di Tanah Rencong.
Bantuan sapi meugang dengan total nilai mencapai Rp 72,75 miliar itu disalurkan ke kabupaten/kota di Aceh dan diprioritaskan bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu.
Gubernur Mualem dan Wagub Dek Fadh menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Presiden Prabowo atas bantuan sapi untuk tradisi meugang dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri, yang diperuntukkan bagi korban bencana yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.
Mualem menyebutkan bantuan sapi tersebut merupakan bagian dari perhatian Presiden terhadap masyarakat Aceh, sekaligus dukungan terhadap pelestarian tradisi meugang yang telah mengakar kuat di Aceh. Sebelumnya, Presiden juga telah menyalurkan bantuan serupa pada momentum meugang sehari sebelum dimulainya bulan suci Ramadhan.
“Kami atas nama Pemerintah Aceh dan seluruh rakyat Aceh mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas bantuan sapi meugang ini. Ini merupakan bentuk kepedulian nyata Pemerintah Pusat terhadap masyarakat Aceh, terutama di tengah kondisi sebagian warga yang sedang menghadapi dampak bencana hidrometeorologi,” kata Mualem dalam keterangan resmi, Selasa (17/3/2026).
Ia mengatakan, dalam situasi pascabencana, bantuan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar dukungan terhadap tradisi. Bantuan itu dinilai menjadi bagian dari upaya membantu pemulihan sosial masyarakat serta menghadirkan kebahagiaan di tengah kondisi yang masih sulit.
Pemerintah Aceh juga menilai kepedulian Presiden terhadap masyarakat Aceh menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada aspek tanggap darurat dan infrastruktur, tetapi juga pada pemulihan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pernyataan tersebut, Gubernur juga menyampaikan harapan agar Presiden dapat berkenan hadir langsung di Aceh pada momentum Idulfitri mendatang.
“Kami sangat berharap Bapak Presiden dapat hadir di Aceh dan merayakan Idulfitri bersama masyarakat. Kehadiran beliau tentu akan menjadi kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi rakyat Aceh,” ujarnya.
Sementara itu, Wagub Fadhlullah menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh terus berkomitmen memonitor berbagai dinamika di lapangan terkait penanganan bencana agar seluruh tahapan penanggulangan berjalan optimal.
“Bantuan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam meringankan beban masyarakat. Pemerintah Aceh akan terus memastikan bahwa penanganan bencana hidrometeorologi berjalan dengan baik, termasuk dalam mendukung pemulihan kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dek Fadh menyampaikan bahwa penyaluran bantuan daging sapi meugang yang dilakukan Presiden sangat membantu di tengah angka inflasi Aceh yang cukup tinggi, yakni mencapai 6,94% per Februari 2026 (year on year).
Seperti diketahui, komoditas dominan penyumbang inflasi Aceh termasuk daging sapi dan daging ayam ras karena kebutuhan menjelang meugang. “Karena itu, bantuan dari Bapak Presiden dalam bentuk sapi meugang juga tentu sangat mendukung penurunan angka inflasi di Aceh,” kata Dek Fadh.
Dengan adanya bantuan sapi dari Presiden, Pemerintah Aceh berharap masyarakat, khususnya yang terdampak bencana, tetap dapat menyambut Hari Raya Idulfitri dengan penuh kebahagiaan dan rasa syukur.
Bantuan tersebut disalurkan ke kabupaten/kota di Aceh dengan total nilai mencapai Rp 72.750.000.000, yang didistribusikan antara lain ke Lhokseumawe sebesar Rp550 juta, Aceh Tamiang Rp10,5 miliar, Pidie Jaya Rp4,9 miliar, Aceh Timur Rp7,55 miliar, Bireuen Rp2,25 miliar, Langsa Rp600 juta, Aceh Utara Rp19,55 miliar, Aceh Barat Rp1 miliar, Pidie Rp2 miliar.
Berikutnya Aceh Tengah Rp6,05 miliar, Bener Meriah Rp4,55 miliar, Gayo Lues Rp4,3 miliar, Aceh Tenggara Rp2,25 miliar, Aceh Barat Daya Rp1 miliar, Subulussalam Rp1 miliar, Aceh Besar Rp500 juta, KNagan Raya Rp1,45 miliar, Aceh Selatan Rp500 juta, serta Simeulue Rp250 juta, yang mengalami gempa bumi saat bencana banjir dan longsor melanda Aceh akhir November 2025. []




