HomeNewsKhasMenuai Rupiah dari Langit-Langit Ruko: Panen Sarang Walet di Lueng Putu

Menuai Rupiah dari Langit-Langit Ruko: Panen Sarang Walet di Lueng Putu

Published on

Dalam penerangan cahaya senter, Muhammad memeriksa satu per satu sarang dari air liur burung walet yang menempel di langit-langit lantai dua rukonya, Ahad (14/4/2024).

Lelaki berkacamata itu kemudian memanen sarang-sarang yang dianggap layak serta cukup ukuran. Sementara sarang yang sedang ada telur dan anaknya dibiarkan tinggal.

“Jika sarang yang ini ikut dipanen juga, kami khawatir induk-induk walet tidak lagi mau membuat sarang di sini,” ujar Muhammad.

Sejak 2015, Muhammad memanen sendiri sarang walet di lantai dua dan tiga rukonya setelah diwariskan padanya di kawasan Lueng Putu, Pidie Jaya, Aceh. Sementara lantai satu dijadikan tempat usaha lainnya.

Sudah sangat lama juga banyak ruko di kawasan itu lantai dua dan selanjutnya dijadikan tempat burung walet bersarang.

“Tapi tidak semua toko-toko itu disinggahi burung walet untuk membuat sarang, ada juga yang sampai sekarang kosong,” ungkap Muhammad.

Muhammad sendiri termasuk yang beruntung, setiap dua bulan sekali dia memanennya. Dalam sekali panen, dia memperoleh dua sampai tiga on sarang walet.

“Belakangan hasil panen juga mulai berkurang, saya juga tidak tahu pasti penyebabnya apa. Sementara dulu bisa mencapai kiloan setiap panen.”

Mengenai harga, untuk kualitas super berada di kisaran Rp12 juta per kilogramnya. Kualitas paling rendah hanya Rp 7 jutaan. “Sederhananya kualitas super itu yang diameter dan ketebalan sarangnya cukup.”

Siap memanen dan membersihkan kotoran burung yang berserakan di lantai, Muhammad langsung menghubungi agen untuk menjual hasil panen kali ini.

Berikut foto-fotonya:

Sarang Walet
Foto: Suparta/acehkini
Sarang Walet
Foto: Suparta/acehkini
Sarang Walet
Foto: Suparta/acehkini
Sarang Walet
Foto: Suparta/acehkini
Sarang Walet
Foto: Suparta/acehkini
Sarang Walet
Foto: Suparta/acehkini
Sarang Walet
Foto: Suparta/acehkini
Sarang Walet
Foto: Suparta/acehkini
Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

Manuskrip Bersejarah Aceh Dikuasai Warga Malaysia, Pemilik Siapkan Upaya Hukum Internasional 

Sejumlah manuskrip bersejarah Aceh diduga masih berada dalam penguasaan seorang bangsawan Malaysia. Pemiliknya Tarmizi...

USK Tambah 5 Profesor Baru, Lahirkan Pakar Peradilan Adat Pertama di Indonesia

Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menambah kekuatan akademiknya dengan mengukuhkan lima profesor baru dalam...

Mensos dan Wagub Aceh Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Aceh Besar

‎Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mendampingi kunjungan kerja Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, dalam...

Terima BAM DPR RI, Sekda Aceh Cari Jalan Keluar bagi Warga Eks Blang Lancang-Rancong

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menerima kunjungan kerja Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR...

Membangun Lebih Baik dan Aman: Evaluasi Pemulihan Pascabanjir Aceh 2026-2028

Oleh: Tarmizi Banjir besar dan tanah longsor yang melanda Aceh pada November 2025 menjadi...

More like this

Manuskrip Bersejarah Aceh Dikuasai Warga Malaysia, Pemilik Siapkan Upaya Hukum Internasional 

Sejumlah manuskrip bersejarah Aceh diduga masih berada dalam penguasaan seorang bangsawan Malaysia. Pemiliknya Tarmizi...

USK Tambah 5 Profesor Baru, Lahirkan Pakar Peradilan Adat Pertama di Indonesia

Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menambah kekuatan akademiknya dengan mengukuhkan lima profesor baru dalam...

Mensos dan Wagub Aceh Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Aceh Besar

‎Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mendampingi kunjungan kerja Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, dalam...