HomeHiburanFilmKisah Delisa, Penyintas Tsunami Aceh 2004 Dibuat Film Dokumenter

Kisah Delisa, Penyintas Tsunami Aceh 2004 Dibuat Film Dokumenter

Published on

Masih ingat dengan film layar lebar yang berjudul “Hafalan Shalat Delisa” yang pernah dirilis tahun 2011 silam? Pada momentum peringatan 16 tahun Tsunami Aceh kali ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui UPTD Museum Tsunami Aceh juga akan merilis film dokumenter tentang Delisa yang diangkat dari kisah nyatanya 16 tahun lalu.

Gadis kecil penyintas tsunami Aceh 2004 silam tersebut, kini sudah meranjak dewasa dimana pada setiap 15 Desember merayakan hari ulang tahunnya. Pada 15 Desember 2020, ia merayakan ulang tahunnya yang ke-23.

Bagi Caca, sapaan akrab gadis yang bernama lengkap Delisa Fitri Rahmadhani, tahun 2020 menjadi ulang tahun yang istimewa, ia dapat merayakan bersama ibunya beserta dengan Museum Tsunami Aceh, Layar Kaca Intervision, dan Teater MAE.

“Sekumpulan tim ini merupakan keluarga baru Caca setelah usai penggarapan film dokumenter drama tentangnya yang akan diputar pada gala premiere film berjudul Saya Delisa di Taman Budaya Aceh,” ujar Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, Hafnidar, dalam keterangannya kepada acehkini, Rabu (23/12/2020) malam.

Gala premiere film ini, kata Hafnidar, dalam rangka peringatan 16 tahun tsunami dan gempa di Aceh. Dan kegiatan pemutaran film terbatas ini merupakan bagian dari agenda Museum Tsunami Aceh untuk mengenalkan sedikit kisah kepada masyarakat.

“Tentunya penayangan film ini yang dilakukan secara tertutup dengan penonton terbatas, memberlakukan protokol kesehatan termasuk registrasi daring ke pihak Museum Tsunami Aceh,” tutur Hafni.

Kisah Museum Tsunami dengan Delisa

Hafni juga menyampaikan, bahwa gagasan dibuatnya film dokumenter drama tentang Delisa tersebut sebagai media dalam mengkomunikasikan edukasi bencana ke masyarakat.

“Sudah bertahun-tahun Museum Tsunami melakukan pengkajian tangible dan intangible terhadap Delisa, semakin intensif sejak 2019-2020 dengan dukungan DAK-Non fisik Kemendikbud melalui Disbudpar Aceh, yang akhirnya kini bisa terwujud lewat karya visual,” jelas Hafni.

Dengan terlibatnya banyak pihak dalam karya ini, kata Hafni, tentunya akan menambah koleksi karya orang-orang Aceh di Museum Tsunami yang bisa disuguhkan ke masyarakat dunia.

Hafni sangat menghargai usaha dan kerja sama semua pihak, dan berharap ke depan terus berlanjut dan dalam interpretasi karya yang beda-beda namun tetap untuk tujuan mulia, mengedukasi generasi-generasi Aceh pada khususnya dan anak-anak pada umumnya.

“Para kreatif dan aktor film juga membagi kisah suka duka dalam proses pembuatan dan banyaknya kendala yang mendapatkan solusi unik bahkan mengharukan,” lanjutnya.

Ia menambahkan, Maulana Akbar, sang sutradara mengungkapkan perkenalannya dengan Delisa beberapa tahun lalu sudah ia yakini suatu hari dia akan berkarya bersama Delisa, karena sosok Delisa sangat kuat menginspirasinya.

Tak hanya Akbar, ada juga Mustika Permana yang juga bagian dalam film tersebut, juga menyebutkan beberapa tahun lalu dia sudah melihat foto Delisa kecil, tidak kenal sama sekali namun ia seperti melihat ada magnet dari tatapan tajam Delisa kecil, bahwa mereka akan bertemu nanti, dan ternyata benar.

“Banyak tokoh dengan kemampuan acung jempol dan totalitas luar biasa yang terlibat dalam film tersebut, film ini akan menambah deretan karya terbaik perfilman Aceh,” ujar Hafni.

Delisa sendiri berharap, film ini tidak hanya tentang ia berbagi pengalaman bencana tapi tentang bagaimana semangat bangkit dan cinta orang-orang yang mendukungnya.

“Hal terpenting lainnya, Delisa ingin menyemangati para disabilitas. Tidak ada yang bisa membatasi disabilitas, apa yang terjadi karena kita istimewa, mari terus melakukan yang terbaik, mari dengan bebas mencari bahagia meskipun celahnya kecil, tetaplah semangat,” sebutnya.[]

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

BPMA Bersama Polda Aceh Monitoring Pengamanan Blok A Medco E&P Malaka

Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama Kepolisian Daerah (Polda) Aceh dan Kepolisian Resor (Polres)...

Kak Na Tinjau Stand Dekranasda Aceh di HUT Dekranas ke-46, Pastikan Produk Kerajinan Diminati Pengunjung

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Marlina Muzakir atau akrab disapa Kak Na,...

Terbongkar! Upaya Selundupkan Emas Rp7,25 Miliar ke Malaysia Digagalkan Bea Cukai Aceh

Upaya penyelundupan emas batangan senilai Rp7,25 miliar ke Malaysia melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar...

Ketua TP PKK Aceh Hadiri Pembukaan HKG PKK Nasional ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 di Makassar

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Aceh, Marlina Muzakir, menghadiri pembukaan...

MaTA dan IPC Kumpulkan Stakeholder Bahas Transisi Energi yang Adil dan Inklusif di Aceh

Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) bersama Indonesian Parliamentary Center (IPC) menggelar kegiatan Multistakeholder Forum, bertema...

More like this

BPMA Bersama Polda Aceh Monitoring Pengamanan Blok A Medco E&P Malaka

Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama Kepolisian Daerah (Polda) Aceh dan Kepolisian Resor (Polres)...

Kak Na Tinjau Stand Dekranasda Aceh di HUT Dekranas ke-46, Pastikan Produk Kerajinan Diminati Pengunjung

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Marlina Muzakir atau akrab disapa Kak Na,...

Terbongkar! Upaya Selundupkan Emas Rp7,25 Miliar ke Malaysia Digagalkan Bea Cukai Aceh

Upaya penyelundupan emas batangan senilai Rp7,25 miliar ke Malaysia melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar...