HomeNewsBangunan Dayah Terpadu Bustanul Ulum Bener Meriah tak Layak Lagi usai Bencana

Bangunan Dayah Terpadu Bustanul Ulum Bener Meriah tak Layak Lagi usai Bencana

Published on

Bangunan Dayah Terpadu termasuk SMA dan SPM Swasta Bustanul Ulum, Kabupaten Bener Meriah, rusak parah akibat bencana. Bangunannya tak layak digunakan lagi untuk proses belajar mengajar.

Kondisi bangunan dayah dan sekolah disampaikan Kepala SMA Bustanul Ulum, Jailani kepada Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin saat berkunjung ke lokasi, Selasa (20/1/2026).

Letak sekolah yang berada di pinggir aliran sungai membuat bangunan sangat rentan terhadap banjir dan longsor susulan. “Pascabanjir, ada beberapa gedung yang tidak bisa lagi kami fungsikan. Lokasi sekolah kami berada di pinggir sungai, sehingga kami sangat khawatir akan adanya banjir susulan,” ujar Jailani.

Ia menyebutkan, gedung asrama siswa, ruang kelas, hingga kantor sekolah mengalami retakan serius dan tidak lagi layak digunakan. Gedung laboratoriumdi bagian belakang sekolah tertimpa longsor, termasuk jembatan penghubung ke pemukiman warga dan ke kota yang ikut terdampak.

“Musala putra juga tidak bisa kami manfaatkan lagi karena tangganya ambruk, besinya sudah rusak. Begitu juga dengan perumahan guru, perpustakaan, ruang kepala sekolah, ruang administrasi, ruang guru, serta tiga unit ruang belajar, semuanya tidak bisa digunakan lagi,” jelas Jailani.

Bencana juga merenggut jiwa salah seorang guru, almarhum Sandika. “Beliau meninggal dunia saat berupaya menyelamatkan siswa, hingga bangunan ambruk dan beliau terbawa arus banjir,” tutur Jailani.

Atas kondisi tersebut, pihak sekolah secara resmi menyampaikan permohonan bantuan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia agar dapat membantu pembangunan dan relokasi gedung sekolah yang telah hancur dan tidak dapat difungsikan lagi. “Agar proses pendidikan di sekolah dan dayah kami bisa kembali normal,” ungkapnya. []

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News

Artikel Terbaru

Penetapan Lokasi Jalan Jantho-Keumala Sudah Ada Titik Terang

Staf Khusus Gubernur Aceh Junaidi alias Nek Tu bertemu dengan jajaran Balai Pelaksanaan Jalan...

Aceh Tak Lagi Ingin Bergantung pada Komoditas Mentah, Hilirisasi Jadi Arah Ekonomi Baru

Pemerintah Aceh mendorong perubahan arah pembangunan ekonomi dari sekadar mengandalkan penjualan komoditas mentah menuju...

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mewisuda 1.618 lulusan program sarjana, magister, dan...

Polres Bireuen Musnahkan 10,5 Kg Sabu-Sabu dan 19,3 Kg Ganja

Kepolisian Resor Bireuen memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan Satresnarkoba berupa 10,5 kilogram sabu-sabu...

Al Masúdi, Penjelajah Muslim yang Penasaran

Jauh sebelum penjelajah Eropa menggunakan kapal mereka mencari pulau-pulau yang jauh, ternyata orang-orang Muslim...

More like this

Penetapan Lokasi Jalan Jantho-Keumala Sudah Ada Titik Terang

Staf Khusus Gubernur Aceh Junaidi alias Nek Tu bertemu dengan jajaran Balai Pelaksanaan Jalan...

Aceh Tak Lagi Ingin Bergantung pada Komoditas Mentah, Hilirisasi Jadi Arah Ekonomi Baru

Pemerintah Aceh mendorong perubahan arah pembangunan ekonomi dari sekadar mengandalkan penjualan komoditas mentah menuju...

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mewisuda 1.618 lulusan program sarjana, magister, dan...