BerandaNewsKilasAceh Ajak Negara Sahabat Ambil Bagian dalam PKA

Aceh Ajak Negara Sahabat Ambil Bagian dalam PKA

Published on

Pemerintah Aceh mengajak para perwakilan Negara sahabat untuk meramaikan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) yang digelar Agustus 2023 mendatang.

Permintaan itu disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Mawardi dalam acara Beranda Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke VIII di Le Meridien Hotel, Jakarta Pusat, Senin malam (6/3/2023). Kegiatan ini diisi pemaparan materi terkait PKA, potensi ekspor produk atau komoditas dan potensi investasi kepada para perwakilan duta besar negara sahabat yang hadir, seperti Jepang, Malaysia, Singapura, UEA, Belanda, dan India.

“PKA tidak hanya perayaan budaya, tetapi juga simbol dari kebangkitan umat manusia yang telah bertahan dari semua krisis dunia,” katanya membacakan pidato Pj Gubernur Aceh.

Menurutnya, PKA yang akan diselenggarakan pada tanggal 19-27 Agustus 2023 adalah program khusus Pemerintah Aceh yang bertujuan untuk mendukung pembangunan sosial dan ekonomi. Semua program Aceh terhubung dengan visi besar nasional, sesuai dengan tema PKA ke-8  adalah ‘Jalur Rempah Aceh’. Jalur Rempah Aceh adalah bagian dari jalur rempah Indonesia yang menghubungkan dunia.

Ia juga menuturkan, provinsi lainnya yang juga terletak di jalur rempah akan ikut bergabung dengan PKA-8. Selain itu, untuk pertama kalinya Aceh juga mengundang dunia melalui beberapa negara sahabat untuk ikut serta dalam acara yang sangat sakral bagi rakyat Aceh.

Sementara itu, di hadapan para perwakilan duta besar, Kadisbudpar Aceh Almuniza Kamal mensosialisasikan atau memaparkan materi terkait pelaksanaan PKA-8. Dia mengatakan PKA merupakan acara akbar yang diadakan setiap empat tahun sekali.

PKA pertama kali diadakan pada  tahun 1958. Awalnya, PKA diselenggarakan sebagai upaya untuk mengembalikan kedamaian di Aceh yang saat itu sedang dilanda konflik yang serius.  Alhasil, upaya tersebut mampu meredakan ketegangan dan secara bertahap memunculkan kedamaian.

“Dulunya, PKA diadakan secara acak pada situasi tertentu saja, namun setelah menyadari betapa pentingnya bagi pembangunan Aceh. Setelah tahun 2004 (pasca-tsunami), Pemerintah Aceh memutuskan untuk mengadakan acara ini secara rutin setiap empat tahun sekali. Sejak awal, PKA dipandang sebagai bukti konklusif kekuatan budaya yang melebihi perang atau kekerasan sehingga menjadi acara sakral bagi masyarakat Aceh,” kata Almuniza.

Acara Beranda PKA di Jakarta
Kegiatan beranda PKA di Jakarta. Foto: Disbudpar Aceh

Almuniza juga menjelaskan, sesuai instruksi Gubernur Aceh, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk penyelenggaraan PKA-8. Tim tersebut berisi tenaga profesional dan kelompok terampil dari lintas generasi. Tujuan dibentuk tim ini untuk menampung lebih banyak program untuk setiap sektor penting selain soal budaya dan pariwisata saja.

“Saya sudah menugaskan tim khusus PKA-8  untuk menjelaskan lebih detail hal-hal yang perlu diketahui tentang perhelatan akbar ini. Jangan ragu untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Semoga kita dapat menerapkan program yang lebih kolaboratif di masa depan dan memberi hadirin wawasan tentang arti sebenarnya PKA dari sudut pandang orang Aceh,” pungkasnya. []

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

Kecelakaan Maut di Aceh Timur Renggut Empat Nyawa

Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Medan-Banda Aceh, Gampong Keude, Kecamatan Peudawa, Kabupaten Aceh Timur...

2 Orang Terseret Arus saat Mandi di Pantai Lhoknga: 1 Meninggal, 1 Hilang

Dua orang warga dilaporkan terseret arus saat mandi di kawasan Pantai Lhoknga, Kabupaten Aceh...

Muslim Aid dan YKMI Salurkan Hewan Kurban di Aceh

Yayasan Kemanusiaan Muslim Indonesia (YKMI), didukung oleh Muslim Aid, menyalurkan sebanyak 16 hewan kurban...

Kisah Iduladha di Korea Selatan: Jemaah Indonesia dan Obat Rindu Masjid Seoul

Orang-orang berbondong-bondong keluar dari stasiun kereta bawah tanah Itaewon, Korea Selatan, Senin pagi (17/6/2024)....

Petugas Haji Asal Aceh Meninggal Dunia saat Tugas di Mina

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Seorang petugas haji asal Aceh, Manshur bin Ahmad,...

More like this

Kecelakaan Maut di Aceh Timur Renggut Empat Nyawa

Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Medan-Banda Aceh, Gampong Keude, Kecamatan Peudawa, Kabupaten Aceh Timur...

2 Orang Terseret Arus saat Mandi di Pantai Lhoknga: 1 Meninggal, 1 Hilang

Dua orang warga dilaporkan terseret arus saat mandi di kawasan Pantai Lhoknga, Kabupaten Aceh...

Muslim Aid dan YKMI Salurkan Hewan Kurban di Aceh

Yayasan Kemanusiaan Muslim Indonesia (YKMI), didukung oleh Muslim Aid, menyalurkan sebanyak 16 hewan kurban...