Gempa bumi tektonik mengguncang Kabupaten Aceh Besar dan sekitarnya pada Senin, 28 September 2026 malam. Gempa tersebut tercatat memiliki magnitudo (M) 4,6 berdasarkan pembaruan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar, Rudin, menyampaikan bahwa gempa terjadi pada pukul 21.43.09 WIB. “Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 4,6,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Ia menjelaskan episenter gempa berada di koordinat 5,22 derajat Lintang Utara dan 94,41 derajat Bujur Timur, atau sekitar 125 kilometer barat daya Kota Sabang, Aceh, dengan kedalaman 10 kilometer.
“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang terjadi akibat aktivitas Sesar Besar Sumatra pada segmen Submarine Faulting,” kata Rudin.
Gempa Dirasakan di Aceh Besar dan Banda Aceh
Berdasarkan laporan masyarakat yang diterima BMKG, guncangan gempa dirasakan di Aceh Besar dan Banda Aceh dengan skala intensitas III-IV MMI.
Pada skala tersebut, guncangan pada siang hari dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Sementara di luar rumah, guncangan dirasakan oleh beberapa orang. Dampaknya dapat berupa gerabah pecah, jendela atau pintu berderik, serta dinding yang berbunyi.
“Hingga pukul 21.52 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa belum ada kejadian gempa bumi susulan (aftershock),” ujar Rudin.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi atau isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat diminta memastikan informasi terkait gempa bumi hanya diperoleh dari kanal resmi BMKG yang telah terverifikasi.


