Kondisi listrik di Kota Banda Aceh, Aceh, padam, pada Rabu (5/3/2025) dini hari. Suasana gelap akibat gangguan arus listrik ini, misalnya, terlihat di kawasan Sukadamai, Lueng Bata, sekitar pukul 00.35 WIB.
Pantauan acehkini, listrik padam di area pertokoan Jalan Dr. Mr. Mohammad Hasan, Sukadamai. Listrik tiba-tiba padam sehingga suasana gelap. Namun, situasi ini hanya berlangsung sebentar. Sebab, sekitar pukul 00.36 WIB, listrik kembali menyala.
Sejauh ini belum diketahui penyebab padamnya listrik yang berlangsung sekitar semenit tersebut.
Sementara itu, PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh sebelumnya memastikan pasokan listrik selama bulan suci Ramadan 1446 Hijriah. PLN juga meniadakan pemadaman pemeliharaan sebelum, selama, dan setelah Ramadan serta Idulfitri.
General Manager PLN UID Aceh, Mundhakir, menegaskan komitmen PLN untuk memberikan layanan maksimal demi kenyamanan masyarakat dalam beribadah.
“Kami memastikan tidak ada pemadaman selama Ramadan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman,” ujar Mundhakir, dilansir infopublik, Kamis (27/2/2025).
Untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan, PLN telah melakukan berbagai langkah preventif. Salah satunya adalah perintisan pohon yang mendekati jaringan listrik untuk mengurangi risiko gangguan akibat dahan yang tumbang.
Selain itu, pemeliharaan terhadap infrastruktur kelistrikan dilakukan secara berkala agar tetap andal. PLN juga memastikan kesiapan peralatan, termasuk peralatan cadangan, guna mengantisipasi gangguan listrik yang tidak terduga.
Saat ini, daya mampu pasok listrik di Aceh mencapai 969,4 megawatt (MW) dengan beban puncak sistem sebesar 553,3 MW. Beban tersebut terdiri dari beban puncak grid sebesar 531 MW dan sistem isolated sebesar 36,3 MW. PLN memperkirakan periode siaga akan mencapai puncaknya pada 1 Maret 2025 dengan beban tertinggi mencapai 583,1 MW, sementara cadangan daya yang tersedia sebesar 386,6 MW. Dengan kondisi ini, sistem kelistrikan Aceh masih dalam kategori aman.
Sebagai bagian dari kesiapan menghadapi Ramadan dan Idulfitri, PLN telah membentuk posko siaga di 30 lokasi di Aceh. Posko ini akan berfungsi sebagai pusat pemantauan dan penanganan cepat jika terjadi gangguan listrik.
Selain itu, PLN juga menyiapkan peralatan pendukung untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil. Di antara peralatan tersebut terdapat 66 unit genset mobile, 23 unit UPS mobile, serta 1.115 personel petugas teknik yang akan berjaga selama 24 jam untuk mengamankan sistem kelistrikan di Aceh.[]


