HomeOlahragaNasib Venue setelah PON, Ketua KONI Aceh: Perawatan Berat, Jangan Jadi Besi...

Nasib Venue setelah PON, Ketua KONI Aceh: Perawatan Berat, Jangan Jadi Besi Buruk

Published on

Venue-venue Pekan Olahraga Nasional (PON) di Aceh mulai menjadi perhatian terkait nasibnya setelah pesta olahraga terbesar di tanah air tersebut berakhir. Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak mengharapkan venue-venue tersebut tidak menjadi besi buruk.

Menurutnya, perawatan venue PON tanggung jawab pemerintah, bukan KONI. “Memang perawatannya berat, GOR saja yang kami rawat dulu listriknya 8-12 juta rupiah setiap bulan,” kata Abu Razak saat konferensi pers di Media Center PON Aceh-Sumut, Rabu (11/9/2024).

Abu Razak bilang, pemerintah dan KONI dapat duduk bersama membahas soal nasib venue itu karena yang terpenting tetap terawat dengan baik dan dimanfaatkan dengan optimal setelah PON.

“Mungkin nanti pemerintah dan kita bisa duduklah bagaimana, yang penting jangan jadi besi buruk. Apakah kita kelola bersama dengan KONI, ataupun ada pihak ketiga, terserah,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meresmikan renovasi dan pembangunan venue-venue PON XXI di Aceh di Stadion Haji Dimurthala, Banda Aceh, Senin (9/9/2024).

Dalam sambutannya, Jokowi menegaskan bahwa sejak 2023, renovasi dan pembangunan 18 venue PON di Aceh telah dilakukan dengan total anggaran sebesar Rp811 miliar. Venue-venue tersebut tersebar di beberapa wilayah seperti Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Pidie, dan Aceh Tengah.

Jokowi menekankan pentingnya pemeliharaan fasilitas olahraga tersebut setelah PON selesai. Ia berharap venue yang dibangun dengan dana besar ini tidak dibiarkan rusak seperti yang terjadi pada PON-PON sebelumnya. Oleh karena itu, Presiden meminta pemerintah daerah, baik provinsi maupun kota, untuk mengelola fasilitas secara profesional dan memanfaatkannya untuk jangka panjang.

“Saya tidak ingin setelah PON usai, fasilitas yang telah dibangun dengan dana yang sangat besar tadi Rp811 miliar menjadi tidak terawat dan akhirnya rusak. Ini pengalaman di PON-PON sebelumnya,” katanya.

Presiden juga berharap venue tersebut dapat menjadi tempat penjaringan bibit-bibit atlet unggul dari Aceh, yang nantinya mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.[]

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

Menteri PU Optimistis Sekolah Rakyat Subulussalam Segera Beroperasi

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo tetap optimistis pembangunan Sekolah Rakyat Aceh 2 di...

Zaini Abdullah Meninggal Dunia, Pemerintah Aceh Sampaikan Duka Mendalam

Pemerintah Aceh menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya mantan Gubernur Aceh periode 2012-2017,...

Aceh Ambil Bagian di PRJ 2026, Dorong Promosi Wisata dan UMKM

Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh kembali berpartisipasi dalam Pekan Raya...

Tokoh Masyarakat Subulussalam Gagas Dapil DPRA Baru untuk Aceh Singkil-Subulussalam

Forum Penggagas Penataan Daerah Pemilihan (Dapil) DPRA Aceh Singkil–Subulussalam mulai menginisiasi langkah-langkah untuk mendorong...

Insiden KMP Aceh Hebat 2, Pemerintah Aceh Pastikan Korban Mendapat Penanganan Maksimal

Pemerintah Aceh menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas insiden yang menimpa Kapal Motor Penyeberangan...

More like this

Menteri PU Optimistis Sekolah Rakyat Subulussalam Segera Beroperasi

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo tetap optimistis pembangunan Sekolah Rakyat Aceh 2 di...

Zaini Abdullah Meninggal Dunia, Pemerintah Aceh Sampaikan Duka Mendalam

Pemerintah Aceh menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya mantan Gubernur Aceh periode 2012-2017,...

Aceh Ambil Bagian di PRJ 2026, Dorong Promosi Wisata dan UMKM

Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh kembali berpartisipasi dalam Pekan Raya...