HomeHiburanMusikMakna Lirik Bahasa Aceh di Lagu Hanya Lolongan Karya Nabila Taqiyyah

Makna Lirik Bahasa Aceh di Lagu Hanya Lolongan Karya Nabila Taqiyyah

Published on

Penyanyi muda asal Aceh Nabila Taqiyyah menggebrak jagat musik Indonesia dengan lagu terbarunya, “Hanya Lolongan”. Lagu ini bukan hanya menyuguhkan melodi yang indah, tetapi juga membawa pesan inspiratif yang dikemas dengan sentuhan budaya Aceh.

Jebolan Indonesian Idol musim kedua belas ini menuangkan pengalaman dan perasaannya dalam lagu ini. Liriknya yang ditulis sendiri dengan bantuan pamannya, Abenk, mencerminkan ketangguhan dalam menghadapi berbagai rintangan hidup.

Salah satu bagian yang menarik adalah bait: “Udep lam donya le cobaan, bek putoh asa. Bek tanyoe weuh hate geutanyoe beu kong” dalam bahasa Aceh.

Arti harfiahnya: “hidup di dunia banyak cobaan, jangan putus asa. Jangan sedih, kita harus kuat”. Kalimat ini menjadi pengingat bagi pendengar untuk selalu tegar dan pantang menyerah dalam menghadapi cobaan hidup.

Hanya Lolongan semakin dipercantik dengan alunan musik yang apik, hasil aransemen Lafa Pratomo. Perpaduan suara Nabila yang merdu dan musik yang menyentuh hati membuat lagu ini mudah diingat dan disukai banyak orang.

Sejak dirilis 3 Mei 2024 di YouTube, hingga Selasa (14/5/2024) sudah disaksikan 1,7 juta kali.

Berikut lirik lengkap Hanya Lolongan-Nabila Taqiyyah:

Ku berjalan sendirian bagaikan hilang arah tujuan
Langit mendung, riuh angin hujan pun seakan tak berteman
Hilang sudah semua harapan yang di depan
Mampukah aku tetap bertahan
Hanya ingin rasakan sedikit kesenangan
Walau kunikmati dalam diam

Kau boleh menangis, tapi kembali berdiri
Kau boleh terluka, tapi hanya sementara
Jangan kau terlalu lama tenggelam
Ingatlah masih ada masa depan
Omongan mereka hanya lolongan
Yang hilang ditelan malam

Wajar bila manusia berpura pura untuk bahagia
Persis dalam cerita yang ditulis sempurna
Ataukah kisah yang realita
Berjuta sandiwara ada di depan mata
Jadilah kau pemeran utama

Udep lam donya le cobaan, bek putoh asa
Bek tanyoe weuh hate geutanyoe beu kong

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

USK Tambah 5 Profesor Baru, Lahirkan Pakar Peradilan Adat Pertama di Indonesia

Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menambah kekuatan akademiknya dengan mengukuhkan lima profesor baru dalam...

Mensos dan Wagub Aceh Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Aceh Besar

‎Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mendampingi kunjungan kerja Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, dalam...

Terima BAM DPR RI, Sekda Aceh Cari Jalan Keluar bagi Warga Eks Blang Lancang-Rancong

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menerima kunjungan kerja Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR...

Membangun Lebih Baik dan Aman: Evaluasi Pemulihan Pascabanjir Aceh 2026-2028

Oleh: Tarmizi Banjir besar dan tanah longsor yang melanda Aceh pada November 2025 menjadi...

Aceh Book Fair Masuk Usulan Prioritas IKAPI Aceh dalam Konkernas 2026

Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Aceh periode 2026-2031, Dr Mukhlisuddin Ilyas, menawarkan kalender tahunan...

More like this

USK Tambah 5 Profesor Baru, Lahirkan Pakar Peradilan Adat Pertama di Indonesia

Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menambah kekuatan akademiknya dengan mengukuhkan lima profesor baru dalam...

Mensos dan Wagub Aceh Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Aceh Besar

‎Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mendampingi kunjungan kerja Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, dalam...

Terima BAM DPR RI, Sekda Aceh Cari Jalan Keluar bagi Warga Eks Blang Lancang-Rancong

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menerima kunjungan kerja Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR...