Operasi pencarian terhadap pasangan suami istri (pasutri) yang dilaporkan hilang akibat kecelakaan lalu lintas tunggal pada Senin malam (31/3/2026) hingga kini belum membuahkan hasil. Memasuki hari ketujuh, tim gabungan masih belum menemukan keberadaan korban maupun kendaraan yang mereka tumpangi.
Korban diketahui bernama Rudi Simanjuntak dan Risma Tumangger, yang saat kejadian mengendarai mobil penumpang jenis Toyota Kijang Innova warna silver dengan nomor polisi BK 1213 SP. Kendaraan tersebut dilaporkan terjun ke jurang di aliran Sungai Lae Kombih, tepatnya di Dusun Buluh Didi, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Si Tali Telu Urang Jehe (STTUJ).
Berbagai upaya telah dilakukan oleh tim pencarian sejak hari pertama. Mulai dari penyisiran di tebing lokasi kejadian, pemantauan menggunakan drone, hingga penyusuran aliran Sungai Lae Kombih. Selain itu, tim juga melakukan pemantauan di sejumlah titik sepanjang aliran sungai serta memasang jaring di sekitar posko Desa Sikelang.
Namun, hingga hari ketujuh, tanda-tanda keberadaan korban maupun kendaraan belum juga ditemukan. Komandan Regu Basarnas Medan, Romy Edwin Putra, mengatakan bahwa tim di lapangan masih terus melakukan pencarian secara maksimal meski belum ada perkembangan signifikan.
“Hingga saat ini belum ditemukan tanda-tanda, baik kendaraan maupun korban. Namun tim tetap berupaya melakukan pencarian sampai dengan penutupan operasi,” ujarnya kepada acehkini, Senin (6/4/2026).
Romy menjelaskan, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dilakukan selama tujuh hari. Apabila dalam kurun waktu tersebut korban belum ditemukan, maka operasi SAR akan dihentikan.
“Kalau tidak ada perkembangan, operasi SAR akan kita nyatakan ditutup dan dilanjutkan dengan pemantauan,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih berada di lokasi dan terus berupaya melakukan pencarian terakhir sebelum keputusan penutupan operasi diambil.[]



