Banjir merendam tiga desa di Kecamatan Longkib setelah Sungai Souraya meluap pada Rabu (26/11/2025). Tiga desa yang terdampak yakni Desa Panji, Desa Longkib, dan Desa Sepang. Genangan air di wilayah tersebut mencapai ketinggian 15 hingga 80 sentimeter, menggenangi permukiman warga hingga badan jalan yang menjadi akses utama menuju beberapa desa lainnya.
Banjir yang terjadi sejak pagi kemarin membuat aktivitas warga terhenti. Sejumlah titik jalan yang tergenang tidak dapat dilalui kendaraan, sehingga memutus akses sementara antar desa dan menyulitkan proses evakuasi.
Dandim 0118/Subulussalam melalui Danramil Longkib, Kapten Andri Pakpahan, kepada acehkini menyampaikan bahwa data sementara mencatat 60 jiwa dari 17 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi karena kondisi air terus meningkat.
“Sebanyak 60 jiwa sudah dievakuasi dan mengungsi ke tempat aman. Saat ini para pengungsi ditampung sementara di SDN Longkib,” ujar Kapten Andri, Kamis (27/11).
Petugas TNI bersama aparatur desa dan BPBD masih bersiaga di lokasi untuk memantau kondisi debit air serta membantu warga yang membutuhkan pertolongan. Curah hujan yang masih tinggi membuat warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
Sementara itu, banjir yang terus meluas turut mendapat perhatian dari TNI. Dandim 0118/Subulussalam Letkol Inf Eko Yudho Prayitno Subulussalam memerintahkan seluruh jajarannya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan membantu masyarakat yang terdampak.
“Seluruh personel diminta siap siaga di wilayah masing-masing untuk membantu evakuasi, distribusi bantuan, dan memberikan dukungan apabila kondisi banjir terus memburuk,” ujar Dandim dalam arahannya.
Langkah sigap TNI ini diharapkan dapat mempercepat penanganan di lapangan, terutama di wilayah yang aksesnya mulai terputus akibat genangan air. []


