Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Provinsi Aceh Dr. Tgk. H. Muhammad Yusran Hadi, Lc, MA mengajak umat Islam untuk peduli terhadap sesama umat Islam yang lemah ekonomi dan mengalami kesulitan dan penderitaan dalam kehidupannya terutama di bulan Ramadan ini.
Ramadan merupakan syahrun karim (bulan kedermawanan). Dinamakan Ramadan dengan syahrun karim atau bulan kedermawanan karena di bulan ini sangat dianjurkan untuk memberikan infak atau sedekah.
Pada bulan ini pula, sangat dianjurkan memberikan makanan untuk berbuka puasa dan sahur. Selain itu, pada bulan ini diwajibkan bagi setiap muslim untuk memberikan zakat fitrah kepada fakir dan miskin. Ramadan mengajarkan kepedulian sosial, kedermawanan dan solidaritas muslim. Maka pantaslah bulan Ramadan dinamakan bulan kedermawanan.
Oleh karena itu, mari kita memperbanyak infak dan sedekah pada bulan Ramadan ini. Bulan ini momentum utama bagi umat Islam untuk meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama muslim, berbagi rezki, sedekah dan berbuat kebaikan kepada sesama muslim.
Demikian antara lain ceramah Ramadan disampaikan oleh Tgk Yusran di Mushalla As-Salam Dinas Syariat Islam Aceh pada hari Selasa (24/02/26) bakda salat Zhuhur.
Tgk Yusran yang juga anggota Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara ini mengatakan bahwa di antara amalan yang sangat dianjurkan dan paling utama di bulan Ramadan adalah infak atau sedekah. Hal ini sesuai sunnah Rasulullah shallahu ‘alahi wa sallam.
Dalilnya, hadits shahih yang diriwayatkan oleh oleh Al-Bukhari dan Muslim yang bersumber dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallahu ‘alaihi adalah orang yang paling dermawan. Beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadan ketika Jibril menemuinya. Jibril menemuinya pada setiap malam bulan Ramadan. Dia mengajarkan Al-Qur’an kepada Rasulullah. Sungguh, Rasulullah ketika dijumpai oleh Jibril adalah sangat dermawan melebihi angin yang berhembus.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sedekah yang paling utama adalah di bulan Ramadan (HR. At-Tirmizi). Meskipun hadits ini dhaif menurut syaikh Al-Albani, namun maknanya shahih sesuai hadits Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.
Jadi Ramadan mengajarkan kita kedermawanan dan kepedulian sosial melalui kewajiban zakat fitrah dan anjuran berinfak pada bulan Ramadan. Kita dilatih dan dididik untuk menjadi orang yang dermawan dan pemurah hati yaitu membantu saudara-saudara seiman yang membutuhkan bantuan dan mengalami kesulitan dan penderitaan dalam hidupnya baik karena kemiskinan, kefakiran, bencana alam maupun perang, ujar Dosen Fiqh dan Ushul Fiqh UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Selain itu, Ramadan mengajarkan kita untuk membantu sesama saudara kita yang lemah ekonominya yaitu fakir, miskin, yatim dan janda, lewat infak dan zakat, karena infak sangat digalakkan pada bulan Ramadan sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam dan zakat fitrah yang diwajibkan pengeluarannya pada bulan ini. Maka setelah setelah Ramadan, kita diharapkan menjadi orang dermawan. Inilah salah satu ciri orang yang bertakwa
Keutamaan Berinfak
Lebih lanjut Tgk Yusran yang juga Ketua bidang Dakwah PW Persis Aceh menjelaskan berbagai keutamaan infak atau sedekah. Banyak keutamaan berinfak atau bersedekah, di antaranya yaitu:
Pertama; Mendapat pahala yang berlipat ganda. Allah ta’ala berfirman, “Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”
Allah ta’ala berfirman, “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah: 261).
Kedua; infak itu untuk kebaikan diri sendiri. Infak sebagai tabungan atau investasi akhirat yang diambil dam dinikmati oleh orang yang berinfak
Allah berfirman, “Apa pun harta yang kamu infakkan, maka (kebaikannya) untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari ridha Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).” (Al-Baqarah: 272).
Ketiga; Digantikan oleh Allah ta’ala. Orang yang berinfak tidak pernah rugi dan bangkrut atau menjadi miskin dan fakir gara-gara berinfak. Allah ta’ala menggantikan harta yang diinfak dengan yang lebih banyak, baik di dunia maupun di akhirat.
Allah ta’ala berfirman, “Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik.” (Saba’: 39).
Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap hari, dua malaikat turun kepada seorang hamba. Salah satunya berdoa, “Ya Allah, berikanlah pengganti kepada orang yang berinfak. Dan yang lain berdoa, “Ya Allah, hilangkan harta orang yang menolak infak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Keempat: infak merupakan salah satu ciri orang yang bertakwa. Allah ta’ala berfirman, “Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan,” (Ali Imran: 133-134).
Kelima: Dimudahkan rezki. Orang yang berinfak bertambah rezkinya dan mendapatkan keberkahan. Allah ta’ala berfirman, “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (Ath-Thalaq: 2-3).
Keenam; Ditolong oleh Allah ta’ala jika kita dalam kesusahan dan kesempitan. Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa memberikan pertolongan pada kebutuahan saudaranya, maka Allah selalu memberikan pertolongan pada kebutuhan orang itu. Dan barangsiapa melapangkan kepada seorang Muslim akan satu kesusahannya, maka Allah akan melapangkan untuknya satu kesusahan dari sekian banyak. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah menolong hamba-Nya selama ia menolong saudaranya”. (HR. Muslim) .
Ketujuh; Terhindar dari api neraka. Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Takutlah neraka walaupun hanya dengan sebutir kurma, jika tidak ada maka dengan tutur kata yang baik.” (HR. Al-Bukhari). Makna “takutlah neraka” yaitu takutlah neraka dengan membuat penghalang antara kalian dengannya.
Inilah di antara keutamaan infak atau sedekah. Keutamaan ini berlaku untuk setiap waktu dan setiap bulan. Terlebih lagi di bulan Ramadan. Jika pada bulan-bulan selain bulan Ramadan pahalanya begitu besar, maka terlebih lagi pada bulan Ramadan ini. Karena bulan Ramadan merupakan bulan keberkahan. Pada bulan ini dilipatgandakan pahala amal shalih. Oleh karena itu, mari kita perbanyak infak dan sedekah. Mari kita peduli terhadap sesama muslim”, pungkas tgk Yusran yang juga Wakil Ketua bidang Ifta’ PP Bina Muslim Global (Bimal).
Turut hadir dalam kegiatan ceramah Ramadan ba’da Zhuhur ini Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Zahrol Fajri, S.Ag, MH, para kabid dan Kasi DSI Aceh serta para pegawai ASN DSI Aceh. Kegiatan ceramah Ramadan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh bidang dakwah DSI Aceh setiap bulan Ramadan dengan menghadirkan para penceramah dengan berbagai topik ceramah terkait dengan Ramadan. []



