Sebuah forum membicarakan keberadaan masyarakat dan hutan adat digelar di Jakarta. Dua perwakilan dari Kota Subulusslam hadir di sana; Kepala Mukim Batu-Batu, Saidiman Sambo dan Ketua BPG Desa Singgersing, Jarkasi Pinem.
Forum Nasional Lanscape Exchange yang digelar di Hotel Mercure, Jakarta, Sabtu ( 16/11/2025) mempertemukan implementer program landskap berkelanjutan dari berbagai NGO global dan lokal, serta perwakilan masyarakat adat .
Saidiman Sambo dan Jarkasi Pinem tampil bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai utusan Hutan Adat Singgersing. Bagi masyarakat setempat di Kota Subulussalam, wilayah itu adalah ruang hidup yang membentuk identitas mereka. Di sanalah mereka berburu, membuka ladang secara tradisional, hingga menanam harapan bagi generasi berikutnya.
Namun, tekanan dari berbagai arah. perluasan perkebunan, konflik batas, hingga lemahnya pengakuan formal membuat hutan itu tak lagi sekadar ruang, melainkan arena perjuangan. “Di forum nasional itu, Saya dan Jarkasi membawa suara akar rumput, suara yang sering kali tidak terdengar dalam pertemuan-pertemuan tingkat pusat,” jelas Saidiman.
Jejak Perjuangan dari Pinggir Hutan
Landscape Exchange Workshop bukan sekadar ajang berbagi cerita, tetapi panggung bagi masyarakat adat dari berbagai provinsi untuk saling menguatkan. Ketika perwakilan dari Papua menceritakan konflik perusahaan kayu, atau peserta dari Kalimantan mengisahkan perjuangan menghadapi lahan sawit, Saidiman dan Jarkasi merasa bahwa perjalanan mereka bukanlah perjuangan yang berdiri sendiri.
“Kami memperjuangkan ini sejak tahun 2021, baru ditetapkan pada tahun 2024 melalui keputusan Walikota Subulussalam, Nomor 184.45/119/2024 tentang pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat Kampung Singgersing, Kemukiman Batu-Batu, Kecamatan Sultan Daulat,” terangnya.
Dalam data usulan hutan adat yang sudah lengkap SK dan peraturannya itu, Saidiman menyebutkan Hutan Adat seluas 645 Hektare.
Jarkasi Pinem, yang selama ini aktif menggerakkan warga dalam pemetaan partisipatif, menyampaikan bahwa perjuangan menjaga hutan tidak pernah mudah. Namun, bagi mereka, tidak ada pilihan lain selain berdiri teguh. “Kami ingin memastikan bahwa hutan yang kami jaga hari ini tetap ada untuk generasi berikutnya,” sebutnya.
Masyarakat Singgersing, lanjut Jarkasi, menjalankan berbagai inisiatif patroli hutan secara mandiri, pembentukan kelompok pemuda penjaga hutan, hingga dialog desa untuk menyatukan pandangan soal tata kelola ruang hidup. Semua dilakukan dengan semangat gotong royong dan rasa memiliki yang kuat terhadap hutan adat mereka.
Bagian dari Program IPLC di Empat Kabupaten Aceh
Hutan Adat Singgersing merupakan bagian dari program Indigenous Peoples and Local Communities (IPLC), sebuah inisiatif penguatan masyarakat adat yang dijalankan oleh Proforest, Earthworm Foundation (EF), dan Citra Rukun Upaya (CRU). Program ini berlangsung di empat wilayah, Kota Subulussalam, Aceh Singkil, Aceh Selatan, dan Aceh Tenggara. dengan fokus pada penguatan hak adat, tata kelola lahan, penyelesaian konflik, hingga konservasi berbasis komunitas.
Melalui program ini, tambah Jarkasi masyarakat Singgersing didampingi untuk memetakan wilayah adat, memperkuat kelembagaan mukim, hingga memfasilitasi dialog dengan berbagai pihak .
“Forum ini menjadi simpul pertemuan pengalaman, sekaligus pengingat bahwa perlindungan hutan adat adalah gerakan besar yang ditopang oleh banyak tangan,” imbuhnya.
Bagi Saidiman dan Jarkasi, kembali ke kampung halaman nanti bukan hanya membawa pengalaman baru, tetapi juga kepercayaan diri baru. Bahwa perjuangan mereka tidak sendirian. Bahwa suara dari Singgersing kini telah terdengar di forum nasional.
Menurutnya, workshop ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas-lanskap, memperjuangkan pengakuan hak-hak masyarakat adat, dan memastikan bahwa hutan sebagai ruang hidup dan sumber masa depan. tetap berdiri di tengah derasnya arus pembangunan.
“Dari Jakarta kami pulang membawa harapan bahwa hutan singgersing akan tetap hijua, tetap hidup, dan tegap menjadi warisan bagi anak cucu nanti,” tutupnya. []



