HomeNewsPemulihan Bancana: Serapan TKD Aceh Singkil Capai 31,68 Persen

Pemulihan Bancana: Serapan TKD Aceh Singkil Capai 31,68 Persen

Published on

Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil mengejar realisasi Transfer ke Daerah (TKD) yang hingga awal Oktober 2026 baru mencapai 31,68 persen atau sekitar Rp6,78 miliar dari total alokasi Rp21,4 miliar. Percepatan penyerapan anggaran ditargetkan dalam dua bulan terakhir tahun anggaran untuk mendukung pembangunan dan pemulihan fasilitas publik terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon saat penandatanganan berita acara bersama Ketua Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pusat (Satgas PRRP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Imran, di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Singkil, Rabu, 7 Oktober 2026.

Safriadi mengatakan realisasi TKD telah meningkat signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya yang masih berada di angka nol. Menurut dia, percepatan dilakukan dengan menggerakkan seluruh jajaran pemerintah daerah agar kegiatan yang bersumber dari TKD dapat segera dilaksanakan. “Realisasi penggunaan dana TKD sudah mencapai 31 persen. Alhamdulillah, dapat kami kejar juga dengan pembangunan yang luar biasa,” kata Safriadi.

Dia mengakui keterlambatan pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada awal tahun menjadi salah satu faktor yang membuat pelaksanaan sejumlah kegiatan berjalan lebih lambat.

Karena itu, Pemkab Aceh Singkil meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) mempercepat pekerjaan dan memastikan kegiatan yang telah direncanakan dapat diselesaikan sesuai jadwal. “Kami tidak boleh lagi bekerja biasa-biasa saja. Langsung tancap gas untuk melaksanakan pembangunan ini,” ujar Safriadi.

Dia optimistis penyerapan anggaran dapat terus meningkat hingga akhir tahun. “Kami yakin (penyerapan anggaran 100 persen) nanti dapat kami capai. Karena dalam beberapa bulan saja sudah bisa mencapai 31 persen,” katanya.

Diminta Perketat Monitoring

Ketua Tim Satgas PRRP Kemendagri Imran mengapresiasi peningkatan realisasi TKD di Aceh Singkil. Dia menilai kenaikan realisasi dari nol menjadi lebih dari 31 persen menunjukkan adanya percepatan yang cukup signifikan.

Namun, Imran mengingatkan Pemkab Aceh Singkil agar tidak kehilangan momentum. Dengan waktu yang tersisa sekitar dua bulan, pemerintah daerah diminta fokus menyelesaikan seluruh kegiatan yang telah direncanakan. “Saya harus mengapresiasi ini dari nol naik menjadi 31 persen lebih. Ini capaian luar biasa. Momen ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk menjadi pijakan dalam mengejar realisasi selama dua bulan ke depan,” kata Imran.

Dia meminta pemerintah daerah memperketat monitoring terhadap rencana penarikan dana oleh setiap SKPK yang melaksanakan kegiatan bersumber dari TKD.

Menurut Imran, percepatan pekerjaan juga perlu memperhitungkan kondisi cuaca karena Aceh Singkil mulai memasuki musim hujan. “Masing-masing SKPK harus berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan kegiatannya, apalagi sekarang sudah memasuki musim hujan,” ujarnya.

TKD Dipakai Rehabilitasi Pustu

Salah satu pemanfaatan TKD untuk pemulihan pascabencana dilakukan melalui rehabilitasi Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Kayu Menang, Kecamatan Kuala Baru. Pustu tersebut mengalami kerusakan akibat banjir dan gempa. Saat banjir melanda, ketinggian air di lokasi mencapai paha orang dewasa.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil, Mursal, mengatakan rehabilitasi Pustu Kayu Menang menelan anggaran Rp400 juta yang bersumber dari TKD. Anggaran tersebut sudah mencakup biaya perencanaan dan pengawasan. “Rehab karena akibat banjir kemarin dan ada juga gempa di sini,” ujarnya saat meninjau Pustu Kayu Menang, Rabu, 7 Oktober 2026. Pekerjaan rehabilitasi meliputi perbaikan plafon, seng, lantai, dan pagar. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 56 persen.

Mursal mengatakan pekerjaan lantai menjadi salah satu bagian yang masih harus diselesaikan. Pekerjaan tersebut memiliki bobot cukup besar karena menggunakan granit. “Untuk 100 persen, yang kurang ya lantai. Lantai kan bobotnya tinggi, karena ada pemasangan granit,” kata Mursal.

Rehabilitasi ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu bulan atau pada awal November 2026. Setelah selesai, pemerintah daerah berencana menambah sejumlah fasilitas penunjang, seperti mebel dan tandon air. Sedangkan peralatan kesehatan yang tersedia tetap menggunakan fasilitas standar.

Selama proses rehabilitasi, pelayanan kesehatan masyarakat Desa Kayu Menang dialihkan ke Puskesmas Kuala Baru. Setelah pembangunan selesai, Pustu tersebut akan kembali melayani warga desa mencakup sekitar 67 kepala keluarga. Pemerintah berharap keberadaan Pustu tersebut dapat memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus pergi ke Puskesmas Kuala Baru.

Dengan alokasi TKD sebesar Rp21,4 miliar, rehabilitasi Pustu Kayu Menang senilai Rp400 juta menjadi salah satu bagian dari penggunaan anggaran untuk pemulihan fasilitas publik terdampak bencana. Nilai tersebut setara sekitar 1,87 persen dari total alokasi TKD Kabupaten Aceh Singkil. []

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News

Artikel Terbaru

Penetapan Lokasi Jalan Jantho-Keumala Sudah Ada Titik Terang

Staf Khusus Gubernur Aceh Junaidi alias Nek Tu bertemu dengan jajaran Balai Pelaksanaan Jalan...

Aceh Tak Lagi Ingin Bergantung pada Komoditas Mentah, Hilirisasi Jadi Arah Ekonomi Baru

Pemerintah Aceh mendorong perubahan arah pembangunan ekonomi dari sekadar mengandalkan penjualan komoditas mentah menuju...

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mewisuda 1.618 lulusan program sarjana, magister, dan...

Polres Bireuen Musnahkan 10,5 Kg Sabu-Sabu dan 19,3 Kg Ganja

Kepolisian Resor Bireuen memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan Satresnarkoba berupa 10,5 kilogram sabu-sabu...

Al Masúdi, Penjelajah Muslim yang Penasaran

Jauh sebelum penjelajah Eropa menggunakan kapal mereka mencari pulau-pulau yang jauh, ternyata orang-orang Muslim...

More like this

Penetapan Lokasi Jalan Jantho-Keumala Sudah Ada Titik Terang

Staf Khusus Gubernur Aceh Junaidi alias Nek Tu bertemu dengan jajaran Balai Pelaksanaan Jalan...

Aceh Tak Lagi Ingin Bergantung pada Komoditas Mentah, Hilirisasi Jadi Arah Ekonomi Baru

Pemerintah Aceh mendorong perubahan arah pembangunan ekonomi dari sekadar mengandalkan penjualan komoditas mentah menuju...

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mewisuda 1.618 lulusan program sarjana, magister, dan...