Apa Karya alias Zakaria Saman, mantan Menteri Pertahanan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), bertemu Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al-Haythar dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem dalam acara buka puasa bersama Partai Aceh di Balai Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, Rabu (26/3/2025).
Selain mempererat silaturahmi di bulan Ramadan, acara ini juga menjadi momen untuk mengirimkan doa bagi almarhum Kamaruddin Abubakar (Abu Razak), Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh sekaligus Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Aceh, yang meninggal pekan lalu saat melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci.
Doa bersama dipimpin oleh Waled Nu dan diikuti oleh seluruh peserta yang hadir.
Dalam pertemuan itu, Apa Karya yang mengenakan baju putih dan peci hitam tampak menyalami Malik Mahmud yang sedang duduk. Di dekat Apa Karya turut terlihat ulama Aceh Waled Nu dan tokoh GAM Adi Laweung.
Apa Karya dan Malik Mahmud berbicara sambil tetap bersalaman. Tidak lama, Malik Mahmud berdiri dan melanjutkan perbincangan dengan Apa Karya. Waled Nu menepuk bagian belakang Malik Mahmud beberapa kali.
Tangan kiri Malik Mahmud memegang bahu kanan Apa Karya, sementara tangan kiri Apa Karya memegang lengan kanan Malik Mahmud. Keduanya tetap bersalaman.
Muzakir Manaf yang duduk di sebelah kiri Apa Karya kemudian berdiri dengan raut wajah tersenyum.
Setelah berbincang lama, Apa Karya duduk di kursi sebelah kanan Malik Mahmud untuk berbuka puasa bersama di satu meja. Keduanya terlihat berbicara intens.
Pertemuan antara Apa Karya dan Malik Mahmud merupakan momen langka di ruang publik dalam beberapa tahun terakhir. Keduanya adalah tokoh penting di GAM dan termasuk orang-orang kepercayaan pendiri GAM, Teungku Hasan di Tiro.
Di masa konflik, Apa Karya menjabat sebagai Menteri Pertahanan GAM, Malik Mahmud sebagai Perdana Menteri GAM, sementara Muzakir Manaf adalah Panglima Perang GAM.
Sebelum itu, Apa Karya dan Muzakir Manaf juga baru-baru ini bertemu dalam pelantikan Sarjani Abdullah dan Alzaizi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pidie periode 2025-2030 dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Pidie di Kota Sigli, Selasa (18/2/2025).
Muzakir Manaf dan Apa Karya pernah bersaing dalam Pemilihan Gubernur Aceh 2017. Namun, keduanya kalah dari Irwandi Yusuf, mantan petinggi GAM lainnya. Di Pemilihan Gubernur Aceh 2024, Apa Karya mendukung pasangan pesaing Muzakir Manaf, yaitu Bustami Hamzah dan Fadhil Rahmi.
Apa Karya merupakan salah satu pendiri Partai Aceh, yang kini dipimpin oleh Muzakir Manaf. Ia sempat menjabat sebagai Tuha Peut atau Dewan Penasihat partai lokal terbesar itu. Namun, ia kemudian memilih mundur dan tidak lagi aktif di dunia politik. Saat ini, Apa Karya menghabiskan masa tuanya di kampung halaman di Keumala, Pidie.

Mualem: Aceh Maju Jika Semua Bekerja Sama
Dalam sambutannya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas meninggalnya Abu Razak, yang disebut sebagai salah satu tokoh penting dalam perjuangan dan pembangunan Aceh.
“Beliau meninggal dunia saat beribadah di bulan yang penuh berkah, di tempat yang suci. Kita semua mendoakan agar Allah SWT menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Muzakir Manaf.
Lebih lanjut, Gubernur juga menyerukan pentingnya kebersamaan dan gotong royong dalam membangun Aceh. Ia menekankan bahwa kemajuan daerah tidak hanya bergantung pada satu pihak, tetapi membutuhkan kerja sama dari berbagai elemen masyarakat, termasuk pemerintah, ulama, tokoh adat, dan generasi muda.
“Aceh hanya bisa maju jika kita semua saling mendukung dan bekerja sama. Mari manfaatkan bulan Ramadan ini untuk mempererat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, dan memperbaiki diri,” tambahnya.
Sementara itu, Teungku Malik Mahmud Al-Haythar dalam sambutannya juga mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, serta terus menjaga semangat perjuangan dan persatuan di Aceh.[]



