HomeNewsKampanye Hari Perempuan Internasional 2025 di Banda Aceh

Kampanye Hari Perempuan Internasional 2025 di Banda Aceh

Published on

Memperingati International Women’s Day (IWD) 2025 atau Hari Perempuan Internasional, Gerakan Antikorupsi (GERAK) menggelar diskusi dengan tema “Mempercepat Aksi Bersama untuk Kesetaraan Gender”. Acara yang berlangsung di Kai Kupi, Sabtu sore (8/2/2025).

Kegiatan sebagai bentuk kampanye pada peringatan Hari Perempuan Internasional, menghadirkan para tokoh inspiratif dari berbagai latar belakang, termasuk aktivis perempuan, pemerintah Kota Banda Aceh, dan perwakilan organisasi masyarakat.

Koordinator GeRAK Aceh, Destika Gilang Lestari menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan serangkaian peringatan Hari Perempuan Internasional. “Kita tahu masih banyak tantangan perempuan dalam memperjuangkan kesetaraan khususnya di Banda Aceh, kita berharap semakin banyak ruang kolaborasi yang bisa kita lakukan bersama ke depan,” katanya.

Asisten Wali Kota Banda Aceh, Fadhil mengatakan kesetaraan gender bukan hanya isu perempuan, tetapi tentang keadilan bagi semua. Ia menyoroti masih adanya kesenjangan dalam akses perempuan terhadap pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi politik, yang menjadi tantangan besar di Aceh.

Maka sangat penting keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mendorong perubahan. “Dengan kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak, kita berharap kesetaraan gender di Aceh dapat terwujud lebih cepat tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya dan agama yang dianut oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu Ketua AJI Banda Aceh, Reza Munawir menyampaikan apresiasi atas diskusi yang luar biasa ini. Dia menyebutkan saat ini di Aceh banyak sekali jurnalis perempuan yang berkualitas, bukan cuma sekadar ada saja. “Hal ini menunjukkan bahwa perempuan juga bisa mengambil peran jika diberi ruang yang sama dengan laki-laki,” katanya.

Presidium Balai Syura, Amrina Habibi menyampaikan tingginya angka kekerasan seksual di Aceh menjadi perhatian serius pihaknya dalam upaya advokasi dan penanganan kasus. Ia menegaskan bahwa harus ada efek jera bagi pelaku serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk mencegah kekerasan seksual.

Selain itu, ia menyoroti merosotnya jumlah perempuan di bidang politik pasca-Pemilu 2024, yang menjadi bukti bahwa masih banyak tantangan bagi perempuan dalam ruang publik. []

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

Abdya Pecahkan Rekor MURI: Bakar 15 Ribu Lemang dan Sajikan 34 Ribu Tape di HUT ke-24

Perayaan HUT ke-24 Kabupaten Aceh Barat Daya diwarnai tradisi kuliner massal di bantaran Krueng...

Data JKA Dibenahi, Mualem Minta Sinkronisasi untuk Layanan Kesehatan Tepat Sasaran

Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem, memimpin rapat koordinasi membahas perkembangan dan...

Musrenbang Aceh 2027: Mualem Tekankan Pemulihan Pascabencana Butuh Dukungan Besar Pemerintah Pusat

Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem, membuka Musyawarah Perencanaan Pembangungan (Musrenbang) Rencana...

Wali Nanggroe Minta Rakyat Aceh Bersatu Demi Pembangunan

Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, mengajak seluruh elemen...

FJL dan Pemuda Jantho Gelar Aksi Hari Bumi di Krueng Jaling

Ikatan Pemuda Jantho Lestari bersama Forum Jurnalis Lingkungan Aceh menggelar peringatan Hari Bumi sebagai...

More like this

Abdya Pecahkan Rekor MURI: Bakar 15 Ribu Lemang dan Sajikan 34 Ribu Tape di HUT ke-24

Perayaan HUT ke-24 Kabupaten Aceh Barat Daya diwarnai tradisi kuliner massal di bantaran Krueng...

Data JKA Dibenahi, Mualem Minta Sinkronisasi untuk Layanan Kesehatan Tepat Sasaran

Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem, memimpin rapat koordinasi membahas perkembangan dan...

Musrenbang Aceh 2027: Mualem Tekankan Pemulihan Pascabencana Butuh Dukungan Besar Pemerintah Pusat

Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem, membuka Musyawarah Perencanaan Pembangungan (Musrenbang) Rencana...