HomeNewsForkopimda dan Tokoh Masyarakat Subulussalam Gaungkan Silaturahmi Kebangsaan Menuju Indonesia Damai dan...

Forkopimda dan Tokoh Masyarakat Subulussalam Gaungkan Silaturahmi Kebangsaan Menuju Indonesia Damai dan Berdaulat

Published on

Kegiatan Wawasan Kebangsaan dengan tema “Memupuk Silaturahmi Kebangsaan Menuju Indonesia Damai dan Berdaulat” digelar di Kolam Ratu Lembong, Desa Cepu, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Rabu (26/11/2025). Acara ini dihadiri unsur pemerintah, kepolisian, tokoh masyarakat, serta perwakilan KPA/PA sebagai upaya memperkuat kerukunan dan menjaga stabilitas keamanan menjelang peringatan Milad 4 Desember.

Kepala Kesbangpol, Khairunas, SE, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga persatuan di Kota Subulussalam yang dikenal sebagai wilayah majemuk dengan beragam suku dan budaya.

“Subulussalam selalu kompak, adil, dan makmur. Kami dari pemerintah kota berterima kasih atas kehadiran seluruh pihak dalam kegiatan yang digagas Kasat Intelkam Polres Subulussalam,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban menjelang momentum 4 Desember agar tidak mudah terprovokasi.

Khairunas menambahkan bahwa penguatan nilai budaya perlu masuk dalam pendidikan, sebagaimana telah dilakukan di Sumatera Utara, untuk membentuk generasi penerus yang memahami identitas dan keberagaman bangsa.

Dalam acara dengan subtema “Senina” itu, Kasat Intelkam Polres Subulussalam AKP Fajar Harapan juga menekankan makna penting persaudaraan atau senina dalam budaya lokal Subulussalam sebagai Fondasi Kebersamaan.

“Cut Nyak Dien adalah contoh pejuang Aceh yang dimakamkan di Sumedang, Jawa Barat. Itu bukti bahwa kita semua bersaudara, bukan hanya sesama suku,” jelasnya.

Ia mengajak masyarakat menjaga situasi agar kondusif jelang Desember. “Mari bangun kota ini bersama, baik dari aspek ekonomi maupun politik,” katanya.

Panglima Operasi KPA: Aceh Bagian Sah NKRI, Bendera Aceh Simbol Kekhususan

Panglima Operasi Wilayah KPA Subulussalam, T. Raja Harisul Azhar, MA, memberikan penjelasan mendalam mengenai posisi Aceh dalam kerangka NKRI berdasarkan UU No. 11 Tahun 2006 dan Qanun Aceh No. 3 Tahun 2013.

Ia menegaskan bahwa segala aturan mengenai bendera Aceh tetap berada dalam bingkai hukum Republik Indonesia.

“Bendera Aceh adalah simbol kekhususan, bukan simbol kedaulatan yang sejajar dengan Merah Putih. Secara aturan, posisinya berada 20 cm di bawah Merah Putih,” tegasnya.

Raja juga menyoroti masih adanya pengibaran bendera Aceh versi lama oleh kelompok luar negeri. Menurutnya, isu tersebut tidak boleh menggangu stabilitas dan kedamaian di Aceh.

“Jika regulasi ditegakkan tegas, polemik bendera tidak akan muncul lagi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Tokoh masyarakat, Azhari Tinambuna mengingatkan pentingnya merawat perdamaian hasil MoU Helsinki.

Kegiatan merupakan wujud semangat bersama menjaga perdamaian, kerukunan, keamanan, dan kenyamanan demi stabilitas Kamtibmas di Kota Subulussalam.

“Provinsi Aceh hari ini adalah wilayah damai. Jika ada masyarakat memasang bendera tertentu, itu bentuk ekspresi. Kami berharap TNI-Polri bijaksana menanganinya,” kata Azhari.

Ia meminta agar setiap potensi konflik diselesaikan melalui dialog, bukan tindakan represif.

“Kami siap duduk bersama kapan pun. Jangan sampai terjadi intimidasi. Mari jaga kedamaian ini,” ujarnya. []

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

Janji Menag Nasaruddin Umar Terwujud, MIN 5 Pidie Jaya Mulai Dibangun Kembali

Janji Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar kepada masyarakat Gampong Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Pidie...

APRI Aceh Gelar Persiapan Rakerwil II 2026 

Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Aceh menggelar rapat persiapan Rapat Kerja...

TP PKK Aceh Siap Sukseskan Aceh Culinary Festival 2026

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Aceh Marlina Usman menegaskan komitmen...

Punya Cerita tentang Sanger? Mari Tulis untuk Sangerology

Tradisi minum sanger khas Aceh akan diangkat dalam buku bunga rampai internasional bertajuk “Sangerology:...

630 Masjid di Aceh Serentak Ikuti Geber Mas, ASN Kemenag Turun Bersihkan Masjid

Sebanyak 630 masjid di Aceh mengikuti Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas) yang dilaksanakan serentak...

More like this

Janji Menag Nasaruddin Umar Terwujud, MIN 5 Pidie Jaya Mulai Dibangun Kembali

Janji Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar kepada masyarakat Gampong Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Pidie...

APRI Aceh Gelar Persiapan Rakerwil II 2026 

Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Aceh menggelar rapat persiapan Rapat Kerja...

TP PKK Aceh Siap Sukseskan Aceh Culinary Festival 2026

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Aceh Marlina Usman menegaskan komitmen...