HomeEkonomiFaisal Ilyas Jadi Dirut Baru PEMA

Faisal Ilyas Jadi Dirut Baru PEMA

Published on

PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PEMA memasuki babak baru setelah Faisal Ilyas mendapat amanah sebagai Direktur Utama. Ia menggantikan Mawardi Nur yang kini mendapat amanah memimpin Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA).

Pergantian tersebut diumumkan melalui unggahan akun Instagram resmi PT PEMA, @ptpema, pada Rabu (12/8/2026), yang menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada Faisal Ilyas yang kini memimpin perusahaan milik Pemerintah Aceh tersebut.

“Selamat bertugas dan mengemban amanah kepada Bapak Faisal Ilyas selaku Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (Perseroda),” tulis akun resmi PEMA dalam unggahannya.

Dalam unggahan tersebut, PEMA juga mendoakan Faisal agar dapat menjalankan tugas dengan baik serta mendapat petunjuk dan perlindungan Allah SWT.

Bukan Orang Baru di PEMA

Faisal Ilyas bukan orang baru di lingkungan PEMA. Sebelum dipercaya menjadi Direktur Utama, ia tercatat sebagai bagian dari jajaran direksi perusahaan.

Pada 2025, Faisal menjabat Direktur Komersial PEMA ketika Mawardi Nur diperkenalkan sebagai Direktur Utama baru perusahaan.

Kini, pengalaman tersebut menjadi bekal Faisal untuk memimpin PEMA, sebuah badan usaha milik daerah yang memiliki posisi strategis dalam mengelola dan mengembangkan potensi ekonomi Aceh.

Dalam pernyataannya, Faisal menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Aceh atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin PEMA.

“Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab untuk terus memberikan yang terbaik bagi Aceh,” tulis Faisal.

Ia meminta doa dan dukungan agar dapat menjalankan tugas dengan penuh integritas, profesionalisme, dan komitmen.

Faisal juga berharap PEMA ke depan semakin maju dan kuat serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Aceh.

“Semoga PT PEMA semakin maju, kuat, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Aceh,” tulisnya.

Untuk diketahui, PT PEMA merupakan Perseroda dengan seluruh sahamnya dimiliki Pemerintah Aceh. PEMA dibentuk melalui transformasi Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA), dengan Akta Pendirian yang ditandatangani pada 5 April 2019.

Dalam perkembangannya, bisnis PEMA tidak hanya berkutat pada sektor minyak dan gas bumi. Perusahaan kini memiliki tiga pilar bisnis utama, yakni migas, agroindustri, serta jasa dan perdagangan.

PEMA memiliki mandat strategis untuk mengelola potensi sumber daya daerah dan mendorong kontribusi perusahaan terhadap pembangunan serta perekonomian Aceh. Profil perusahaan juga menegaskan visi PEMA sebagai perusahaan daerah yang profesional, inovatif dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat Aceh.

Dengan kepemilikan saham 100 persen oleh Pemerintah Aceh, kinerja PEMA tidak hanya berkaitan dengan performa korporasi, tetapi juga memiliki kaitan dengan kepentingan ekonomi daerah dan peningkatan pendapatan asli Aceh.

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News

Artikel Terbaru

Muhammad Ridwan Ungkap Alasan Terima Persiraja di Tengah 3 Kekalahan Beruntun

Muhammad Ridwan tak banyak membutuhkan waktu untuk memutuskan menerima tawaran menjadi pelatih kepala Persiraja...

Gempa M 4,6 Guncang Aceh Besar dan Banda Aceh, Dirasakan hingga Skala IV MMI

Gempa bumi tektonik mengguncang Kabupaten Aceh Besar dan sekitarnya pada Senin, 28 September 2026...

Ibu-Ibu Cot Lamee Belajar Hias Payung Pengantin, Didampingi KKN USK

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) dari Program Studi Sosiologi dan...

Mahasiswa KKN USK Ajarkan Literasi Bahasa Indonesia ke Anak Gampong Cot Lamee

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Ilmu Komunikasi dan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial...

Kenduri Sastra Aceh 2026 Hidupkan Kembali Karya Abad ke-16 hingga Jejak Ali Hasjmy

Aceh pernah memiliki sejumlah maestro di bidang sastra. Karya-karya mereka bahkan pernah mewarnai jagat...

More like this

Muhammad Ridwan Ungkap Alasan Terima Persiraja di Tengah 3 Kekalahan Beruntun

Muhammad Ridwan tak banyak membutuhkan waktu untuk memutuskan menerima tawaran menjadi pelatih kepala Persiraja...

Gempa M 4,6 Guncang Aceh Besar dan Banda Aceh, Dirasakan hingga Skala IV MMI

Gempa bumi tektonik mengguncang Kabupaten Aceh Besar dan sekitarnya pada Senin, 28 September 2026...

Ibu-Ibu Cot Lamee Belajar Hias Payung Pengantin, Didampingi KKN USK

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) dari Program Studi Sosiologi dan...