Senin, Maret 4, 2024
More
    BerandaNewsBolehkah Merobohkan Masjid Lama? Begini Fatwa MPU Aceh

    Bolehkah Merobohkan Masjid Lama? Begini Fatwa MPU Aceh

    Published on

    Bolehkah merobohkan masjid lama atau yang bangunan masjid sudah tua? Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengeluarkan fatwa mengenai hal ini dalam sidang paripurna di gedung Teungku Abdullah Ujong Rimba, Aceh Besar, Rabu (23/8/2023).

    Fatwa tersebut berjudul Ketentuan Membangun Masjid Baru dengan Merobohkan Masjid Lama dan Mengalihkan Status Meunasah/Mushalla Menjadi Masjid Dalam Perspektif Hukum Islam.

    Kepala Bagian Kajian Strategis, Risalah, dan Persidangan MPU Aceh Zulkarnaini yang membacakan rancangan fatwa mengatakan, hukum merobohkan masjid karena pertimbangan perluasan akibat sempit daya tampung jemaah dibolehkan asal mendapatkan rekomendasi pemerintah.

    “Hukum merobohkan masjid karena pertimbangan kemaslahatan (dharurah dan hajat syar’iyah) seperti berpotensi membahayakan jiwa dan kebutuhan kepada perluasan akibat sempit daya tampung masjid adalah boleh jika mendapatkan rekomendasi dari pemerintah,” katanya.

    Poin fatwa selanjutnya disebutkan bahwa hukum merobohkan masjid yang tidak didasari oleh dharurah dan hajat syar’iyah seperti pertimbangan keindahan dan estetis semata-mata adalah tidak dibolehkan.

    “Pengalihan status meunasah atau musala wakaf menjadi masjid adalah tidak dibolehkan,” katanya.

    Ketua MPU Aceh Teungku Faisal Ali saat menyampaikan sambutan pada penutupan sidang itu mengatakan, keputusan yang berupa Fatwa MPU Aceh itu bisa menjadi salah satu jawaban atas permasalahan yang terjadi di kalangan masyarakat Aceh.

    “Problem yang terjadi ditengah-tengah masyarakat itu akan terjawab salah satunya dengan fatwa kita. Alhamdulillah kita telah menghasilkan 9 poin fatwa dan 8 poin tausiyah,” kata Teungku Faisal.

    Dalam tausiyah terkait hal yang sama, MPU Aceh berharap kepada pemerintah untuk membantu mempercepat pengurusan sertifikasi wakaf. Pemerintah juga diharapkan meninjau ulang struktur dan kewenangan pengurus masjid.

    Selanjutnya kepada nazir MPU Aceh berharap memberdayakan harta wakaf menjadi lebih bermanfaat. Kepada pengurus masjid dan masyarakat, MPU Aceh berharap memakmurkan masjid dan meunasah/musala dengan kegiatan-kegiatan keagamaan serta menciptakan suasana masjid yang nyaman, indah, aman, dan tentram.[]

    Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


    Artikel Terbaru

    Rekapitulasi Suara di Aceh Tamiang Sempat Ricuh, Ketua Bawaslu Korban Pemukulan

    Hari pertama pelaksanaan rekapitulasi suara Pemilu 2024 di Aceh Tamiang sempat mengalami kericuhan. Ketua...

    FJL Aceh: Banyak Sampah Plastik Internasional di Pantai Balu, Pulo Aceh

    Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh menemukan banyak sampah plastik dari berbagai negara mencemari pantai...

    Tokoh Partai Aceh Hasanuddin Sabon Meninggal Dunia

    Mantan Bendahara Umum Partai Aceh, Tgk Hasanuddin Sabon (54 tahun) meninggal dunia di Rumah...

    Dandhy Laksono Berkisah di Balik Dirty Vote saat Diskusi di AJI Banda Aceh

    Sutradara dokumenter Dirty Vote, Dandhy Laksono berbagi kisah di balik layar film yang telah...

    APBA 2024 Belum Disetujui DPRA, Gubernur Aceh Terbitkan Pergub

    Anggaran Pendapatan dan Balanja Aceh (APBA) 2024 belum mendapatkan persetujuan bersama dari Pemerintah dan...

    More like this

    Rekapitulasi Suara di Aceh Tamiang Sempat Ricuh, Ketua Bawaslu Korban Pemukulan

    Hari pertama pelaksanaan rekapitulasi suara Pemilu 2024 di Aceh Tamiang sempat mengalami kericuhan. Ketua...

    FJL Aceh: Banyak Sampah Plastik Internasional di Pantai Balu, Pulo Aceh

    Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh menemukan banyak sampah plastik dari berbagai negara mencemari pantai...

    Tokoh Partai Aceh Hasanuddin Sabon Meninggal Dunia

    Mantan Bendahara Umum Partai Aceh, Tgk Hasanuddin Sabon (54 tahun) meninggal dunia di Rumah...