Bidan desa di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar dibekali pelatihan peningkatan imunisasi anak. Penguatan kapasitas ini dilakukan Dinas Kesehatan Aceh bersama UNICEF, WHO, dan The Leader melalui program MEUSEURAYA (Mentoring Puskesmas untuk Raih Imunisasi yang Asik).
Program ini fokus pada pelatihan rutin para bidan desa di Banda Aceh dan Aceh Besar selama April hingga Juni 2024.
Sedikitnya 40 bidan desa dan petugas imunisasi puskesmas dari Puskesmas Batoh, Puskesmas Kuta Alam, Puskesmas Kopelma (Banda Aceh) dan Puskesmas Blang Bintang, Puskesmas Darul Imarah, Puskesmas Baitussalam (Aceh Besar) akan mengikuti pelatihan ini.
Tujuan utama MEUSEURAYA adalah memperkuat kapasitas bidan desa dalam memberikan pelayanan imunisasi yang tepat, termasuk edukasi tentang penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) dan kemampuan komunikasi yang baik kepada masyarakat.
Menurut dr Iman Murahman, dari Dinas Kesehatan Aceh, rendahnya capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Aceh (39,4%) dan Imunisasi Baduta Lengkap (IBL) (17,3%) di tahun 2023, menjadi latar belakang program ini.
“Pentingnya kolaborasi antarsektor publik dan swasta serta lintas program dalam meningkatkan kualitas pelayanan imunisasi di Aceh,” kata Iman dalam keterangannya, Rabu (24/4/2024).
Pertemuan koordinasi inisiatif MEUSEURAYA telah diadakan pada Senin lalu di aula Dinas Kesehatan Banda Aceh. Diskusi dalam pertemuan ini mengidentifikasi beberapa kendala yang dihadapi dalam program imunisasi, seperti penolakan orang tua karena takut efek samping, izin dari ayah yang sulit didapatkan, dan hoaks/misinformasi terkait vaksin.[]


