Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) melanda Kota Subulussalam dalam dua hari terakhir. Dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah tersebut dilaporkan kehabisan stok sejak Kamis (27/11/2025) sore, membuat harga eceran di tingkat kios melonjak drastis hingga tembus Rp 50 ribu per liter.
Jenis BBM yang habis meliputi Solar, Pertalite, dan Pertamax, sementara Dexlite menjadi satu-satunya jenis bahan bakar yang masih tersedia.
Pengawas SPBU 14.237.414 Kasman Lizar Penanggalan, Niska Angkat, mengatakan kekosongan ini terjadi akibat terhambatnya distribusi BBM dari Pertamina karena situasi bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Subulussalam.
“Kekosongan BBM ini terjadi karena distribusi dari Pertamina terkendala situasi bencana alam banjir. Truk pengangkut tidak bisa melintas di beberapa titik yang terdampak,” ujarnya, Jumat (28/11).
Niska menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina dan diperkirakan suplai BBM akan mulai disalurkan kembali pada esok hari. Ia menegaskan bahwa informasi lebih lanjut terkait perkembangan stok akan segera diinformasikan kepada masyarakat.
Kondisi ini membuat warga mengeluh karena aktivitas harian terganggu. Banyak pengendara terpaksa menghentikan perjalanan mereka, terutama yang mengandalkan kendaraan untuk bekerja.
“Kami tidak bisa ke mana-mana, motor tidak bisa diisi. Sangat mengganggu aktivitas,” keluh Fahrul, salah seorang warga. []



