Banjir melanda Kota Subulussalam, Aceh, merenggut nyawa balita. Seorang anak usia empat tahun meninggal pada saat bermain di halaman rumah yang tergenang banjir di Desa Sibungke, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, Senin (18/11/2024).
Camat Rundeng Safran mengatakan, balita bernama Misra itu terjatuh di halaman rumah yang terendam banjir. Korban dievakuasi ke Puskesmas Sultan Daulat untuk dilakukan penanganan darurat.
“Karena jalan yang menghubungkan desa Sibungke ke Puskesmas Rundeng masih terendam banjir, korban dibawa ke Puskesmas Sultan Daulat. Korban dinyatakan meninggal dunia,” kata Safran kepada jurnalis acehkini di Subulussalam, Senin siang.
Kepala Kepolisian Sektor Rundeng Inspektur Satu Fajar Harapan Tumangger menuturkan kondisi korban tercebur pada saat bermain itu pertama sekali diketahui oleh ibunya yang berada dalam rumah.
“Korban pertama kali diketahui tercebur dalam genangan banjir oleh ibunya, upaya pertolongan dilakukan dengan mengevakuasi korban ke puskesmas. Namun korban dinyatakan meninggal dunia,” kata Fajar.
Fajar menjelaskan, hingga kini akses jalan penghubung beberapa desa ke pusat Kecamatan Rundeng masih terendam banjir. Intensitas hujan tinggi di Subulussalam membuat Sungai Lae Souraya meluap.
“Hingga saat ini, banjir luapan Lae Souraya masih menggenangi 5 titik di ruas jalan penghubung antar desa dan sejumlah pemukiman juga turut terendam,” ujar Fajar.[]


