BerandaNewsKilasAlumnus USK Ini Paparkan Potensi Biodiversitas Aceh di Rusia

Alumnus USK Ini Paparkan Potensi Biodiversitas Aceh di Rusia

Published on

Alumnus program studi Biologi Universitas Syiah Kuala (USK), Mohammad Adzannie Bessania Raviq, memaparkan presentasi tentang ‘Biodiversitas dan Konservasi di Aceh’ dalam sebuah kegiatan yang bertajuk ‘Discovering the World of Science’ di Rusia.

“Selain kaya akan minyak dan gas alam, Aceh kaya akan biodiversitas dan sebagian besar merupakan flora dan fauna endemik. Hal ini tidak terlepas dari keberadaan kawasan ekosistem Leuser, yang menjadi kawasan hutan hujan tropis terbesar di Asia Tenggara dan dunia,” ujar Adzannie lewat keterangan tertulis yang diterima acehkini, Rabu (22/5/2024).

Hal tersebut disampaikan Adzannie dalam acara ‘III International Scientific and Practical Conference of Foreign Students of Preparatory Departments of Universities’ yang diselenggarakan oleh Universitas Federal Kazan, Rusia, Sabtu (18/5/2024).

Ia menyebutkan, dengan memiliki luas 2,6 juta hektare, hutan Leuser di Aceh merupakan rumah bagi 380 spesies burung, 194 spesies reptil dan amfibi, 130 spesies mamalia, dan sekitar 10.000 spesies tumbuhan. Keberadaan Leuser juga dilindungi oleh UNESCO sejak tahun 2004 sebagai situs warisan dunia.

Berkaitan dengan spesies endemik, lanjut Adzannie, Leuser merupakan satu-satunya hutan hujan tropis di dunia yang memiliki empat spesies kunci dalam satu ekosistem, yaitu Orangutan Sumatera (Pongo abelii), Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), dan Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis). Spesies kunci spesies yang berdampak besar terhadap lingkungan hingga dapat mempengaruhi ekosistem.

“Empat spesies ini hanya dapat ditemukan bersamaan di Aceh dan tidak ada di tempat lain,” sebut alumnus USK itu.

Saat ini, Leuser dijadikan pusat penelitian. Di Aceh setidaknya terdapat tiga stasiun penelitian, yaitu Soraya, Ketambe, dan Suaq Balimbing. Banyak peneliti asing yang datang ke Aceh untuk meneliti berbagai biodiversitas tropis di Leuser, seperti perilaku fauna, identifikasi flora dan potensinya sebagai tanaman obat, serta berbagai mikroorganisme yang sangat sedikit diketahui.

“Sebagai contoh, di Stasiun Suaq Balimbing, biasanya peneliti orangutan menghabiskan waktu paling sedikit satu tahun untuk meneliti perilaku orangutan di sana. Saat itu, saya hanya menghabiskan waktu 10 hari di sana, bersama tim peneliti rayap Jurusan Biologi FMIPA USK,” bebernya.

Di hadapan para juri yang merupakan pakar di bidang sains, ia juga menjelaskan kerja sama antara Aceh dan Rusia. Pada bulan Mei 2023 lalu, Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al-Haytar telah menjajaki kerja sama di bidang ketahanan iklim dan energi.

Wali Nanggroe juga memaparkan tentang potensi Aceh sebagai salah satu sumber cadangan karbon terbesar di dunia pada forum Climate Resilience: Russia-OIC Countries Dialogue, Russia Islamic World Kazan Forum 2023, dan: Rusia-Indonesia: Prospects Economic Cooperation.

“Aceh memiliki luasan tutupan hutan hingga 23% dari luas pulau Sumatra serta memiliki potensi karbon yang diperkirakan Emission Reduction (ER) mencapai tiga ton per hektare,” sambung Adzannie mengutip dari pernyataan Wali Nanggroe pada acara World Kazan Forum tahun 2023.

Oleh karena itu, ia mengajak Rusia untuk bekerja sama internasional dengan Aceh dalam konservasi lingkungan yang berkelanjutan, dengan berinvestasi pada proyek kesejahteraan, menciptakan teknologi baru yang memenuhi persyaratan lingkungan.

Saat ini, Adzannie sedang menempuh pendidikan di Fakultas Persiapan Bahasa Rusia untuk Mahasiswa Internasional di Universitas Federal Kazan, Kota Kazan, Republik Tatarstan, Rusia. Pada tahun ini, alumnus jurusan Biologi USK ini akan melanjutkan pendidikan Magister Biologi di universitas yang sama.

Ia juga menyampaikan bahwa setiap tahunnya, Pemerintah Rusia melalui Pusat Kebudayaan Rusia (PKR) di Jakarta, memberikan beasiswa pendidikan khusus untuk mahasiswa Aceh yang ingin melanjutkan pendidikan di Rusia.

“Program ini terbuka untuk pendidikan sarjana, magister, doktor, dan spesialis. Pemerintah Federasi Rusia juga mempersiapkan mahasiswa Aceh untuk belajar bahasa Rusia selama satu tahun di berbagai universitas di Rusia sebelum memasuki perkuliahan di sana,” sebutnya.[]

Alumnus Prodi Biologi Universitas Syiah Kuala (USK), Mohammad Adzannie Bessania Raviq, presentasi tentang Biodiversitas Aceh di Universitas Federal Kazan, Rusia. Foto: Dokumentasi pribadi

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

Petugas Haji Asal Aceh Meninggal Dunia saat Tugas di Mina

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Seorang petugas haji asal Aceh, Manshur bin Ahmad,...

Foto: Suasana Salat Iduladha di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh

Ribuan jemaah melaksanakan salat Iduladha 1445 Hijriah di Lapangan Blang Padang, Kota Banda Aceh,...

Pj Gubernur Aceh Salat Iduladha di Lapangan Blang Padang

Pj Gubernur Aceh Bustami bersama istri Mellani Subarni melaksanakan salat Iduladha di Lapangan Blang...

Foto: Pawai Takbiran Malam Iduladha 1445 H di Kota Banda Aceh

Menyambut Hari Raya Iduladha 1445 Hijriah, Pemerintah Aceh menggelar pawai takbir keliling di Kota...

Cek Kebutuhan Meugang, Mellani Subarni Kunjungi Pasar

Penjabat Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Aceh, Mellani Subarni mengunjungi...

More like this

Petugas Haji Asal Aceh Meninggal Dunia saat Tugas di Mina

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Seorang petugas haji asal Aceh, Manshur bin Ahmad,...

Foto: Suasana Salat Iduladha di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh

Ribuan jemaah melaksanakan salat Iduladha 1445 Hijriah di Lapangan Blang Padang, Kota Banda Aceh,...

Pj Gubernur Aceh Salat Iduladha di Lapangan Blang Padang

Pj Gubernur Aceh Bustami bersama istri Mellani Subarni melaksanakan salat Iduladha di Lapangan Blang...