HomeTeknologiRancang Prototipe Listrik Prabayar, Mahasiswa USK Aceh Raih Medali Silver di Ajang...

Rancang Prototipe Listrik Prabayar, Mahasiswa USK Aceh Raih Medali Silver di Ajang Internasional

Published on

Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh meraih medali silver pada ajang Indonesia International IoT Olympiad (I3O), yang diselenggarakan oleh Indonesia Young Scientist Association (IYSA). USK turun dengan nama tim Intelli Charge mengusung prototipe meteran listrik prabayar.

Tim Intelli Charge USK terdiri dari 5 orang: M Al Lail Qadrillah, Irfan Wahyuda dan Ariq Alghifary (Teknik Elektro), Sirajul Ilmi (Teknik Komputer), dan Imam Akbar Al Khalis (Teknik Sipil). Tim ini dibimbing oleh Aulia Rahman, dosen dari Jurusan Teknik Elektro dan Komputer

M Al Lail mengungkapkan, di ajang tersebut USK menghadirkan prototipe meteran prabayar, yang dapat mengisi token listrik dan memonitoring penggunaan listrik dari jarak jauh, menggunakan aplikasi mobile, juga mampu memprediksi kapan token listriknya bakal habis.

“Produk ini dimaksudkan sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan listrik, serta memudahkan pengguna dalam mengelola penggunaan daya listrik mereka. Dengan teknologi canggih ini, pengguna dapat mengontrol dan mengatur pengisian token secara praktis dan efektif,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (20/6/2023).

Ia menuturkan, awal terbentuknya tim saat mereka saling berkumpul dan berdiskusi terkait permasalahan sehari-hari yang terjadi, yaitu pengisian token listrik secara manual yang dinilai kurang praktis dan sulit untuk memastikan kapan token akan habis.

“Tim kami melakukan penelitian pada meteran listrik prabayar dengan mengintegrasikannya pada jaringan internet dan menanamkan kecerdasan buatan di dalamnya,” beber M Al Lail.

Dari diskusi tersebut, muncul sebuah ide untuk pengisian token listrik secara online dan memprediksi habisnya token, sehingga pengguna dapat menyisihkan uang pada pembelian berikutnya.

Kompetisi tingkat internasional ini diikuti para pelajar yang berasal dari 13 negara, yaitu Vietnam, Thailand, Iran, Filipina, Malaysia, Afrika Selatan, Turkey, Indonesia, Meksiko, Bangladesh, Timor Leste, Uni Emirat Arab and Azerbaijan.

Para peserta Olimpiade tersebut terbagi dalam 75 tim yang mengikuti kompetisi ini secara daring dan 25 peserta lainnya hadir secara offline di USK. []

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News

Artikel Terbaru

Penetapan Lokasi Jalan Jantho-Keumala Sudah Ada Titik Terang

Staf Khusus Gubernur Aceh Junaidi alias Nek Tu bertemu dengan jajaran Balai Pelaksanaan Jalan...

Aceh Tak Lagi Ingin Bergantung pada Komoditas Mentah, Hilirisasi Jadi Arah Ekonomi Baru

Pemerintah Aceh mendorong perubahan arah pembangunan ekonomi dari sekadar mengandalkan penjualan komoditas mentah menuju...

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mewisuda 1.618 lulusan program sarjana, magister, dan...

Polres Bireuen Musnahkan 10,5 Kg Sabu-Sabu dan 19,3 Kg Ganja

Kepolisian Resor Bireuen memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan Satresnarkoba berupa 10,5 kilogram sabu-sabu...

Al Masúdi, Penjelajah Muslim yang Penasaran

Jauh sebelum penjelajah Eropa menggunakan kapal mereka mencari pulau-pulau yang jauh, ternyata orang-orang Muslim...

More like this

Penetapan Lokasi Jalan Jantho-Keumala Sudah Ada Titik Terang

Staf Khusus Gubernur Aceh Junaidi alias Nek Tu bertemu dengan jajaran Balai Pelaksanaan Jalan...

Aceh Tak Lagi Ingin Bergantung pada Komoditas Mentah, Hilirisasi Jadi Arah Ekonomi Baru

Pemerintah Aceh mendorong perubahan arah pembangunan ekonomi dari sekadar mengandalkan penjualan komoditas mentah menuju...

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mewisuda 1.618 lulusan program sarjana, magister, dan...