HomeOlahragaPersiraja Kalah Lagi, Empat Laga Poin Masih Minus Satu

Persiraja Kalah Lagi, Empat Laga Poin Masih Minus Satu

Published on

Persiraja Banda Aceh kembali menelan kekalahan pada laga keempat Pegadaian Championship (Liga 2) 2026/27. Laskar Rencong kalah 1-2 dari Sumsel United di Stadion H. Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Jumat (2/10/2026) malam.

Sumsel United membuka keunggulan lewat gol Tomi Darmawan pada menit ke-28. Situasi semakin berat bagi tuan rumah setelah bek Aditya Angga Saputra diganjar kartu merah pada menit ke-42 (setelah sebelumnya menerima kartu kuning di menit ke-18).

Meski Jayus Hariono berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-60, Persiraja kembali tertinggal setelah Kenneth Ikechukwu Ngwoke mencetak gol penentu pada menit ke-67. Skor 1-2 bertahan hingga peluit panjang.

Hasil ini membuat catatan buruk Persiraja berlanjut. Setelah empat pertandingan, Laskar Rencong masih mengoleksi poin minus 1. Mereka belum meraih satu poin pun (nol kemenangan, nol hasil imbang, empat kekalahan), ditambah hukuman pengurangan satu poin.

Musim 2026/27 masih menjadi mimpi buruk bagi Persiraja. Empat laga yang telah dilalui semuanya berakhir dengan kekalahan:

• Pekan 1: kalah 0-1 dari Semen Padang.
• Pekan 2: kalah 1-2 dari PSPS Pekanbaru.
• Pekan 3: kalah 1-2 dari Persikad Depok.
• Pekan 4: kalah 1-2 dari Sumsel United.

Dari empat pertandingan tersebut, Persiraja baru mencetak tiga gol dan kebobolan tujuh kali. Perubahan pelatih yang dilakukan belakangan belum mampu mengubah hasil di lapangan. Laskar Rencong masih terjebak di papan bawah dengan poin minus 1 setelah empat pertandingan.

Muhammad Ridwan Ungkap Masalah Kepercayaan Diri Pemain

Dalam evaluasinya seusai pertandingan, Pelatih Persiraja Muhammad Ridwan mengatakan para pemain sebenarnya menunjukkan semangat untuk bangkit. Ia mengaku sudah memberikan motivasi kepada pemain saat turun minum.

“Kita sampaikan bahwa bangsa ini, terutama di daerah ini, di kota ini, adalah para pejuang. Maka selayaknya kita berjuang seperti apa yang sudah diwariskan para pendahulu,” ujar Ridwan.

Menurut dia, pesan tersebut kemudian terlihat melalui perjuangan pemain di lapangan. “Anak-anak berjuang dengan sekuat tenaga. Kita bisa mencetak gol, kita bisa mengukir beberapa peluang yang bagus,” katanya.

Meski demikian, perjuangan tersebut belum mampu menghasilkan poin bagi Persiraja. “Kita masih juga belum bisa mendapatkan apa-apa,” ujar Ridwan.

Ia juga menyoroti koordinasi antarpemain ketika membangun serangan. Menurutnya, ada pemain yang sudah berada dalam posisi untuk menerima atau menguasai bola, tetapi pergerakan pemain lain belum selalu mendukung.

“Ada pemain yang sudah berada di posisi menguasai bola dan open ball, terus kemudian ada beberapa yang tidak melakukan larian. Nah, itu yang nantinya akan kita perbaiki,” katanya.

Ia menilai kondisi tersebut berbeda dengan apa yang diperlihatkan pemain saat menjalani latihan. “Di latihan mereka bisa memainkan sepak bola yang bagus. Tapi kalau saya bisa katakan, di latihan jauh lebih bagus daripada di pertandingan hari ini,” ujar Ridwan.

Menurut Ridwan, salah satu persoalan yang perlu segera dibenahi adalah mentalitas kepercayaan diri pemain saat pertandingan. “Kepercayaan diri para pemain itu belum balik,” katanya.

Ridwan juga menyinggung kecenderungan Persiraja yang ingin segera mencetak gol, tetapi justru kembali kebobolan. Gol Ngwoke pada menit ke-67 menjadi salah satu contoh situasi yang ingin diperbaikinya.

Dengan empat kekalahan beruntun dari Semen Padang, PSPS Pekanbaru, Persikad Depok, dan Sumsel United, Persiraja memiliki pekerjaan rumah untuk membenahi permainan sekaligus mengembalikan kepercayaan diri pemain.

Bagi Ridwan, perjuangan pemain setelah kehilangan satu pemain dan mampu menyamakan kedudukan menjadi modal penting. Namun, performa tersebut belum cukup jika tim masih kehilangan konsentrasi dan kepercayaan diri pada momen-momen penentu.

Pembenahan aspek tersebut menjadi pekerjaan Ridwan berikutnya agar Persiraja tidak kembali kehilangan poin setelah mampu memberikan perlawanan sepanjang pertandingan.

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News

Artikel Terbaru

Indonesia Juara Piala ASEAN FIFA, 3 Pemain Garuda Cerita Makna Trofi Bersejarah

Tim nasional Indonesia menorehkan sejarah baru setelah menjuarai Piala ASEAN FIFA 2026. Di balik...

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026! Garuda Taklukkan Thailand lewat Adu Penalti

Timnas Indonesia mencatat sejarah dengan menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menaklukkan Thailand...

UIN Ar-Raniry dan BSI Perpanjang Kerja Sama

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) memperpanjang kerja sama...

Jelang Final Indonesia vs Thailand, Gianni Infantino Cek Kesiapan GBK

Presiden FIFA Gianni Infantino bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir meninjau Stadion Utama Gelora...

Semen Padang Pecat Nil Maizar Usai Kalah dari PSPS

Semen Padang FC resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Nil Maizar setelah tim...

More like this

Indonesia Juara Piala ASEAN FIFA, 3 Pemain Garuda Cerita Makna Trofi Bersejarah

Tim nasional Indonesia menorehkan sejarah baru setelah menjuarai Piala ASEAN FIFA 2026. Di balik...

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026! Garuda Taklukkan Thailand lewat Adu Penalti

Timnas Indonesia mencatat sejarah dengan menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menaklukkan Thailand...

UIN Ar-Raniry dan BSI Perpanjang Kerja Sama

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) memperpanjang kerja sama...