Tim nasional Indonesia menorehkan sejarah baru setelah menjuarai Piala ASEAN FIFA 2026. Di balik keberhasilan tersebut, Ole Romeny, Luke Vickery, dan Dean James berbagi cerita tentang makna trofi bersejarah yang diraih Garuda di hadapan pendukung Indonesia.
Gelar tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi Timnas Indonesia di level senior. Setelah bertahun-tahun menjadi salah satu kekuatan yang diperhitungkan di Asia Tenggara, skuad Garuda akhirnya menuntaskan perjalanan dengan trofi yang sebelumnya belum pernah mereka menangkan.
Momen bersejarah itu hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, setelah Indonesia melewati final dramatis menghadapi Thailand, Senin (5/10/2026) malam.
Gelar Piala ASEAN FIFA menjadi pencapaian bersejarah bagi Timnas Indonesia di level senior. Setelah bertahun-tahun menjadi salah satu kekuatan yang diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara, pasukan Garuda akhirnya menuntaskan perjalanan dengan trofi yang sebelumnya belum pernah mereka menangkan.
Namun, cara gelar itu diraih membuat pencapaian tersebut terasa semakin istimewa. Pertandingan berlangsung ketat. Kedua tim tidak tidak terpisahkan hingga waktu normal 90 menit dan babak tambahan. Adu penalti kemudian menjadi penentu, dengan Indonesia keluar sebagai pemenang dan mengangkat trofi Piala ASEAN FIFA 2026.
Bagi Ole Romeny, bagaimanapun, arti keberhasilan berarti lebih dari sekadar trofi. “Sangat berarti, sangat berarti. Jika melihat semua orang, anak-anak, dan seluruh masyarakat, pencapaian ini begitu berarti bagi Indonesia. Kami sangat bangga dan rasanya seperti satu keluarga besar,” ujarnya seperti dilansir laman resmi FIFA.
Menurut Romeny, kebanggaan mengenakan jersey Merah Putih menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan mereka sepanjang turnamen. Apalagi ketika pertandingan berlangsung di hadapan pendukung Indonesia.
“Ini sungguh luar biasa. Setiap kali bermain, kami selalu merasa sangat bangga mengenakan jersey ini. Terlebih ketika bermain di kandang sendiri, rasanya sungguh luar biasa,” lanjut Romeny.
Perasaan itu menemukan bentuknya di GBK. Dari atas lapangan, para pemain merasakan langsung energi yang mengalir dari tribun. Suara dan dukungan para suporter bukan sekadar latar dari sebuah pertandingan final, melainkan bagian dari pengalaman yang mereka jalani hingga peluit terakhir.
Sementara Luke Vickery mengungkapkan bahwa final melawan Thailand merupakan pertandingan yang hampir mustahil dirangkum hanya dengan satu emosi.
Ketegangan yang terjaga, perubahan momentum, hingga pertandingan yang akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti membuat perjalanan menuju gelar terasa panjang dan penuh gejolak.
“Sulit untuk menggambarkan pertandingan seperti ini. Ada begitu banyak emosi, dengan momentum yang terus naik dan turun,” kata Vickery.
Namun, di tengah segala dinamika tersebut, Vickery memilih melihat pencapaian itu dari sudut pandang yang lebih luas. Ia memang memberikan kontribusi melalui gol dan assist sepanjang turnamen, tetapi semua catatan individual tersebut pada akhirnya menjadi bagian dari sebuah tujuan kolektif.
“Saya selalu ingin terus berkembang. Saya mencetak beberapa gol dan memberikan sejumlah assist di turnamen ini. Namun, pada akhirnya, kami berhasil memenangkan seluruh turnamen. Hanya itu yang terpenting,” ujarnya.
Bagi Vickery, seluruh kontribusi pemain akhirnya bermuara pada satu tujuan bersama. Gol, assist, serta perjuangan melewati setiap pertandingan menjadi bagian dari perjalanan Indonesia hingga berhasil mengangkat trofi.
Bagi Dean James, keberhasilan Indonesia menjadi juara memiliki makna yang lebih personal. Ia mencetak gol pertamanya untuk Timnas Indonesia dan melakukannya di panggung terbesar turnamen.
“Rasanya luar biasa bisa mencetak gol pertama saya untuk Indonesia di pertandingan ini, terlebih di final. Saya sangat senang kami akhirnya memenangkan pertandingan,” kata James.
Gol itu menjadi bagian dari sebuah malam yang kemungkinan akan selalu memiliki tempat khusus dalam perjalanan James bersama Timnas Indonesia.
Namun, bukan hanya gol yang membuat pengalaman tersebut begitu istimewa. Ada pula atmosfer yang ia rasakan ketika berdiri di lapangan, di tengah stadion yang dipenuhi pendukung Indonesia.
“Saya melihat langsung atmosfernya. Ketika berada di lapangan, rasanya luar biasa. Sulit untuk menggambarkannya dengan kata-kata. Saya hanya sangat bahagia bisa bermain di sini,” ujarnya.


