Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Mirza Tabrani, menyampaikan pesan inspiratif dalam pidato perdananya pada wisuda ke-169 dengan mengajak para alumni untuk menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dan pencipta lapangan kerja di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Wisuda kali ini menjadi momentum awal kepemimpinan baru Rektor USK Prof Mirza bersama jajaran Wakil Rektor periode 2026-2031. Dalam prosesi wisuda yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Kota Banda Aceh, Rabu (20/5/2026), USK mewisuda sebanyak 1.322 lulusan.
“Kami berharap para lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi pencipta lapangan kerja, penggerak masyarakat, dan agen perubahan yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Mirza.
Rektor menyampaikan, dunia saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari konflik internasional, tekanan ekonomi, hingga meningkatnya biaya hidup yang berdampak pada masyarakat luas. Karena itu, perguruan tinggi dituntut hadir sebagai ruang lahirnya solusi, inovasi, dan harapan bagi masyarakat.
Menurutnya, USK terus memperkuat peran melalui pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat agar ilmu pengetahuan yang berkembang di kampus benar-benar mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Pada wisuda periode ini, sebanyak 528 wisudawan dilepas pada Rabu, 20 Mei 2026, sementara 794 lulusan lainnya dijadwalkan mengikuti prosesi wisuda pada Kamis, 21 Mei 2026. Dari total lulusan tersebut, sebanyak 397 orang berhasil meraih predikat cumlaude.
Dengan pelaksanaan wisuda ke-169 ini, jumlah alumni USK kini mencapai 170.557 orang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.
Dalam kesempatan tersebut, Prof Mirza juga menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada Rektor USK periode sebelumnya, Prof Marwan beserta jajaran Wakil Rektor periode 2022–2026 atas kontribusinya dalam memajukan universitas.
“Momentum wisuda ini bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi awal penguatan kolaborasi, persatuan, dan transformasi USK menuju kampus yang semakin unggul dan berdaya saing global,” katanya.
Pada pidatonya, Rektor USK turut menyoroti berbagai capaian pengabdian dan inovasi kampus yang mendapat perhatian nasional, termasuk kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) RI, Stella Christie, beberapa waktu lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Wamendiktisaintek meninjau langsung program mahasiswa berdampak yang dijalankan USK untuk membantu pemulihan psikososial dan ekonomi masyarakat korban banjir bandang di Pidie Jaya, termasuk inovasi teknologi pemurnian air berbasis panel surya hasil riset dosen dan mahasiswa USK.
Mirza menegaskan, USK akan terus mendorong budaya riset dan pengabdian agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan benar-benar menjadi gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang lebih kuat, mandiri, dan bermartabat.[]


