Kepolisian Resor Subulussalam melakukan peninjauan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Subulussalam, Selasa (2/12/2025) Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat pascabanjir yang melanda sejumlah kecamatan.
Kepala Kepolisian Resor Subulussalam AKBP Muhammad Yusuf melalui Kasat Reskrim Polres Subulussalam, Iptu Abdul Mufakhir mengatakan bahwa tinjauan tersebut merupakan upaya memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tidak terjadi kelangkaan di lapangan.
“Kami memastikan stok BBM aman untuk kebutuhan masyarakat di Kota Subulussalam,” ujar IPTU Abdul Mufakhir.
Adapun dua SPBU yang ditinjau yaitu: SPBU Subulussalam 14.273.414 dan SPBU Kota Subulussalam 14.237.452.
Selain SPBU, Kasat Reskrim bersama Unit II Tipidter juga melakukan peninjauan ke sejumlah toko sembako. Dalam pengecekan tersebut, petugas memastikan stok kebutuhan pokok tetap tersedia dan dijual sesuai harga yang telah ditetapkan.
Iptu Abdul Mufakhir menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas pelaku penimbunan atau penjualan BBM dan sembako di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kami meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan dugaan penimbunan atau permainan harga. Penimbunan di situasi pasca banjir sangat merugikan masyarakat yang sedang membutuhkan,” tegasnya.
Ia juga mengimbau seluruh warga untuk tidak melakukan penimbunan BBM maupun sembako, mengingat banyak warga terdampak banjir yang sangat membutuhkan ketersediaan barang-barang tersebut. []



