Seiring surutnya banjir di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, warga mulai melakukan pembersihan rumah dan lingkungan sekitar. Aktivitas itu mulai berlangsung sejak Sabtu (29/11/2025) di sejumlah titik terdampak.
Camat Sultan Daulat, Samsir Nazir, menyampaikan bahwa warga di tiga desa yang sebelumnya terendam banjir Desa Jabi-Jabi, Sukamaju, dan Sigrun. kini fokus menata kembali tempat tinggal mereka setelah banjir akibat luapan Sungai Lae Souraya mulai surut.
“Warga sudah mulai bersih-bersih rumah. Kita terus memantau perkembangan pascabanjir dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” kata Samsir.
Samsir juga menegaskan bahwa perhatian serius diberikan kepada kelompok rentan seperti lansia, balita, dan ibu-ibu. Pemerintah Kecamatan bersama instansi terkait telah menyalurkan bantuan masa panik berupa kebutuhan pangan kepada warga.
Selain itu, tim medis masih siaga di posko kesehatan di tiga desa tersebut untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat pascabanjir. Hingga saat ini, belum ada laporan warga yang mengalami penyakit serius akibat terdampak banjir.
Namun, ia mengungkapkan bahwa ketersediaan BBM dan LPG masih sangat langka di wilayah Sultan Daulat. Kondisi ini membuat mobilitas masyarakat serta aktivitas petugas penanggulangan bencana ikut terganggu.
“Kita berharap pasokan BBM dan LPG segera terpenuhi sehingga aktivitas masyarakat dan petugas di lapangan bisa berjalan normal kembali,” ujarnya.
Pemerintah Kecamatan Sultan Daulat terus melakukan koordinasi dengan Pemko Subulussalam dan instansi terkait untuk mempercepat proses pemulihan pascabanjir di wilayah tersebut. []



