Banjir yang melanda Dusun Napa Silak, Desa Penanggalan Barat, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, menggenangi sedikitnya 25 hektare area persawahan milik warga setempat. Genangan air yang terjadi sejak semalam itu membuat para petani khawatir karena tanaman padi berada pada masa menjelang panen.
Kepala Desa Penanggalan Barat, Dedi Rogandi Berutu, saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa sekitar 80 persen dari total lahan sawah yang terendam kini terancam gagal panen.
“Sebagian besar sawah warga sudah masuk masa panen. Dengan kondisi terendam seperti ini, kami khawatir hasilnya tidak bisa diselamatkan,” ujar Dedi, Rabu (26/11/2025).
Ia menjelaskan, air mulai naik setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari. Hingga Rabu pagi, genangan belum surut dan sebagian pemilik lahan mulai mengevakuasi gabah yang masih bisa diselamatkan.
Pemerintah desa telah melaporkan kondisi tersebut kepada instansi terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, termasuk langkah-langkah mitigasi agar banjir tidak semakin meluas.
Terpisah, Ketua Kelompok Tani Silak Penanggalan Barat, Syahbudiono menyampaikan harapan para petani kepada Ketua Komisi B untuk dapat mengadvokasi harapan para petani untuk dapat dibantu dalam menghadapi masa gagal panen.
Warga berharap air segera surut sehingga kerusakan tanaman tidak semakin parah. Namun jika kondisi berlanjut, mereka memperkirakan kerugian yang dialami akan cukup besar, terutama bagi petani yang sepenuhnya bergantung pada hasil panen musim ini.
“Kami berharap kepada pemerintah kota subulussalam dalam hal ini Walikota Subulussalam untuk segera memberikan bantuan, guna untuk mengatasi genangan banjir di kawasan persawahan Silak ini, dan segera memberikan bantuan untuk dapat mengobati pilu para petani atas mengalami kejadian gagal panen ini,” ujar Syahbudiono. []



