HomeNewsKilasWali Nanggroe Hadiri Pemakaman Martti Ahtisaari hingga Bertemu Petinggi CMI di Helsinki

Wali Nanggroe Hadiri Pemakaman Martti Ahtisaari hingga Bertemu Petinggi CMI di Helsinki

Published on

Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al-Haythar turut menghadiri langsung upacara pemakaman Mantan Presiden Finlandia, Martti Ahtisaari, di kawasan pesisir Hietaniemi, Helsinki. Selain itu, Wali Nanggroe juga melakukan pertemuan dengan petinggi Crisis Management Initiative (CMI).

Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Kabag Humas dan Kerja Sama Wali Nanggroe M. Nasir Syamaun MPA. Ia mengatakan bahwa pemakaman mediator perdamaian Aceh yang meraih Hadiah Nobel pada 2008 itu, dilangsungkan pada Jumat, 10 November 2023.

Menurut M. Nasir, dari informasi yang diperoleh pihaknya, di antara tamu yang turut menghadiri pemakaman Martti Ahtisaari adalah, Presiden Namibia Hage Geingob dan Diplomat Belanda Pieter Feith.

Pieter merupakan mantan Ketua Aceh Monitoring Mission (AMM), yang saat ini menjadi perwakilan Uni Eropa di Kosovo.

Menurut laporan yang diterima, kata Nasir, pemakaman Ahtisaari juga dihadiri Raja Karel XVI Kustaa dari Swedia, Mantan Presiden Tanzania Jakaya Kikwete, Presiden Kosovo Vjosa Osmani dan Mantan Presiden Irlandia Mary Robinson.

“Kehadiran Wali Nanggroe menghadiri langsung pemakaman Martti Ahtisaari adalah suatu bentuk penghormatan atas jasanya dalam upaya perdamaian Aceh,” kata M. Nasir, Jumat (10/11/2023).

Atas kerja-kerja kemanusiaan sebagai mediator perdamaian, Martti Ahtisaari menerima Hadiah Nobel pada 2008. Selain dikenal sebagai mediator perdamaian Aceh, prestasi lainnya yang menjadi catatan dunia adalah kemerdekaan Namibia dan penyelesaian konflik Kosovo.

Martti Ahtisaari meninggal dunia di usianya yang ke 86 tahun. Ia menghembuskan nafas terakhirnya pada 16 Oktober lalu, dan baru dimakamkan pada Jumat, 11 November 2023.

“Kemarin, Kamis siang waktu Helsinki, di sela-sela menghadiri rangkaian kegiatan pemakaman Martti Ahtisaari, bersama Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Mantan Menteri Kehakiman Hamid Awaluddin, Wali Nanggroe melakukan pertemuan dengan para petinggi Crisis Management Initiative (CMI),” ujar Nasir.

CMI adalah organisasi mediator internasional yang diketuai oleh mendiang Martti Ahtisaari.

Pada pertemuan itu, dari CMI hadir langsung Dr. Jane Taalas, yang saat ini menjadi CEO CMI Martti Ahtisaari Peace Foundation, dan Senior Advisors of CMI Jaakko Oksanen.

“Fokus pada meeting tersebut adalah kolaborasi dalam rangka keterlibatan untuk penyelesaian konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia. Termasuk juga membicarakan perkembangan implementasi perdamaian Aceh,” kata Nasir.

Usai pertemuan yang berlangsung selama satu jam tersebut, Wali Nanggroe bersama Jusuf Kalla dan Hamid Awaluddin berkesempatan melakukan napak tilas ke lokasi tempat ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Republik Indonesia (RI) pada 15 Agustus 2008 silam, di Koningstad, Helsinki, Finlandia.

“Wali Nanggroe juga dimintai untuk menyampaikan testimoni mengenai mendiang Presiden Martti Ahtisaari oleh Tim Media CMI,” tutup Nasir. []

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News

Artikel Terbaru

Penetapan Lokasi Jalan Jantho-Keumala Sudah Ada Titik Terang

Staf Khusus Gubernur Aceh Junaidi alias Nek Tu bertemu dengan jajaran Balai Pelaksanaan Jalan...

Aceh Tak Lagi Ingin Bergantung pada Komoditas Mentah, Hilirisasi Jadi Arah Ekonomi Baru

Pemerintah Aceh mendorong perubahan arah pembangunan ekonomi dari sekadar mengandalkan penjualan komoditas mentah menuju...

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mewisuda 1.618 lulusan program sarjana, magister, dan...

Polres Bireuen Musnahkan 10,5 Kg Sabu-Sabu dan 19,3 Kg Ganja

Kepolisian Resor Bireuen memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan Satresnarkoba berupa 10,5 kilogram sabu-sabu...

Al Masúdi, Penjelajah Muslim yang Penasaran

Jauh sebelum penjelajah Eropa menggunakan kapal mereka mencari pulau-pulau yang jauh, ternyata orang-orang Muslim...

More like this

Penetapan Lokasi Jalan Jantho-Keumala Sudah Ada Titik Terang

Staf Khusus Gubernur Aceh Junaidi alias Nek Tu bertemu dengan jajaran Balai Pelaksanaan Jalan...

Aceh Tak Lagi Ingin Bergantung pada Komoditas Mentah, Hilirisasi Jadi Arah Ekonomi Baru

Pemerintah Aceh mendorong perubahan arah pembangunan ekonomi dari sekadar mengandalkan penjualan komoditas mentah menuju...

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mewisuda 1.618 lulusan program sarjana, magister, dan...