HomeNewsUSK Mantapkan Kualitas MK Kebencanaan dan Lingkungan melalui Pembekalan Dosen

USK Mantapkan Kualitas MK Kebencanaan dan Lingkungan melalui Pembekalan Dosen

Published on

Universitas Syiah Kuala (USK) melalui UPT Mata Kuliah Umum (MKU) kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan mutu pembelajaran lintas disiplin. Salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan pembekalan dosen pengampu Mata Kuliah Kebencanaan dan Lingkungan.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 24–25 Juli 2025, ini diikuti oleh 80 dosen dari 12 fakultas yang mengajar mata kuliah tersebut.

Kegiatan diketuai oleh Rizanna Rosemery, dosen yang selama ini aktif mendorong integrasi keilmuan dalam pengajaran berbasis kebencanaan dan lingkungan. Kegiatan ini juga merupakan hasil kolaborasi antara UPT MKU dengan Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK dan Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan (MIK) Pascasarjana USK, yang selama ini menjadi pusat pengembangan keilmuan dan praktik kebencanaan di lingkungan universitas.

Rektor USK, Prof. Dr. Ir Marwan menyampaikan apresiasi tinggi kepada UPT MKU atas inisiatif yang berkelanjutan. Marwan menyebutkan, kegiatan ini merupakan langkah penting dalam menyelaraskan kebijakan dan pelaksanaan pembelajaran agar lebih kontekstual dan bermakna.

“Para dosen harus aktif, tidak hanya memahami kebijakan, tetapi juga menerapkannya secara kontekstual di kelas. Ini penting agar nilai-nilai kebencanaan dan lingkungan benar-benar dapat ditransfer secara utuh kepada mahasiswa,” tegas Rektor saat membuka kegiatan, Kamis (24/7/2025).

Rektor juga menegaskan bahwa Mata Kuliah Kebencanaan dan Lingkungan merupakan salah satu kekhasan dan keunggulan akademik USK, ditopang oleh pusat-pusat riset kebencanaan serta pengalaman institusi dalam menghadapi berbagai bencana di Aceh.

“Kebencanaan sangat erat kaitannya dengan kondisi lingkungan. Lingkungan yang rusak dapat memperparah dampak bencana. Maka pembelajaran harus berbasis pada masalah nyata yang dihadapi masyarakat,” tambahnya.

Untuk memperkuat isi dan metode pengajaran, kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber ahli yang memberikan pemaparan mendalam dan inspiratif.

Avianto Amri, Ph.D. (MPBI dan PREDIKT) membawakan materi tentang Ilmu Dasar Kebencanaan yang memberikan landasan konseptual penting bagi para dosen.

Selanjutnya, Prof. Dr. Ir. Ella Meilianda, S.T., M.T., IPU dari Klaster Manajemen Bencana TDMRC USK membawakan materi tentang Metode Pembelajaran Inovatif untuk Manajemen Bencana, yang menekankan pentingnya pendekatan partisipatif dan berbasis pengalaman dalam kelas.

Adapun Dr. Yunita Idris, S.T., M.T., M.Eng.Structure dari MIK PPS USK membahas praktik Penilaian Ancaman, Kerentanan, Kapasitas, dan Risiko (AKKR) sebagai metode aplikatif dalam memahami dan mengajarkan dinamika risiko kebencanaan.

Seluruh sesi dipandu oleh moderator Dr. Ahmad Nubli Gadeng, S.Pd., M.Pd., yang mengarahkan jalannya diskusi secara reflektif dan konstruktif.

Kepala UPT MKU, Dr. Teuku Muttaqin Mansur, M.H, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak dimaksudkan untuk menguji kemampuan para dosen, melainkan sebagai ruang bersama untuk berbagi pengalaman, menyamakan frekuensi, dan memperkuat substansi pembelajaran.

Ia menekankan bahwa pendekatan MKU tidak hanya berorientasi pada transfer knowledge, tetapi juga penguatan nilai-nilai ke-USK-an dan semangat General Education.

“Mahasiswa yang belajar di UPT MKU tidak dituntut menjadi ahli kebencanaan atau ahli lingkungan tetapi diharapkan memiliki kepekaan sosial dan kepedulian terhadap isu-isu lingkungan dan bencana di sekitarnya,” tambahnya.

Sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi aktif para peserta, panitia menetapkan Nazar Muhammad, S.Pd., M.Pd. sebagai Dosen Terbaik.

Sementara itu, Kelompok 10 dinobatkan sebagai Kelompok Terbaik, dengan kepemimpinan yang inspiratif dari Prof. Dr. Syamsidik, yang berhasil mengarahkan kelompok dalam kolaborasi aktif dan produktif selama seluruh sesi.

Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa pembelajaran kebencanaan dan lingkungan di USK terus berkembang dan relevan dengan tantangan zaman.[]

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

Pemerintah Aceh Terapkan WFH ASN, Pelayanan Publik Dipastikan Tetap Berjalan

Pemerintah Aceh resmi menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)...

Sering Makan Korban, Warga Kirim Surat Terbuka soal Jalan Berbahaya Aceh-Sumut di Jurang Lae Kombih

Kondisi jalan nasional yang menghubungkan wilayah Aceh dan Sumatera Utara (Sumut), khususnya di kawasan...

Pekerja KDMP Hilang di Sungai Lae Soraya Ditemukan Meninggal di Hari Ketiga Pencarian

Korban yang dilaporkan hilang saat mandi di aliran Sungai Lae Soraya akhirnya ditemukan pada...

Wali Nanggroe Minta Pembangunan Aceh Pascabencana tidak Hanya Berorientasi Fisik

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar menegaskan bahwa pembangunan...

Pencarian Korban Hanyut di Lae Soraya Hari Kedua, Tim Gabungan Perluas Area hingga 2 Km

Operasi pencarian terhadap seorang warga yang hanyut di aliran Sungai Lae Soraya, tepatnya di...

More like this

Pemerintah Aceh Terapkan WFH ASN, Pelayanan Publik Dipastikan Tetap Berjalan

Pemerintah Aceh resmi menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)...

Sering Makan Korban, Warga Kirim Surat Terbuka soal Jalan Berbahaya Aceh-Sumut di Jurang Lae Kombih

Kondisi jalan nasional yang menghubungkan wilayah Aceh dan Sumatera Utara (Sumut), khususnya di kawasan...

Pekerja KDMP Hilang di Sungai Lae Soraya Ditemukan Meninggal di Hari Ketiga Pencarian

Korban yang dilaporkan hilang saat mandi di aliran Sungai Lae Soraya akhirnya ditemukan pada...