Kegiatan belajar mengajar (KBM) sejumlah sekolah di Kota Subulussalam dihentikan sementara menyusul banjir yang melanda berbagai wilayah akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Keputusan tersebut diambil untuk menjaga keselamatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam, Nasrul Padang, mengatakan bahwa penghentian sementara kegiatan belajar mengajar dilakukan karena akses ke sekolah terputus, sejumlah fasilitas terendam, dan situasi dinilai belum aman untuk kegiatan belajar tatap muka.
“Keselamatan siswa dan guru menjadi prioritas utama. Seluruh sekolah yang terdampak banjir kami instruksikan untuk menghentikan sementara aktivitas pembelajaran dan beralih ke pembelajaran dari rumah sampai kondisi kembali normal,” ujar Nasril Padang, Kamis (27/11/2025).
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam mengeluarkan Surat Edaran tentang penghentian sementara kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada satuan pendidikan yang terdampak banjir. Kebijakan tersebut diterbitkan menyusul kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir di sejumlah wilayah kota.
Surat Edaran bernomor 400.3.5/443/75.102/2025 itu ditujukan kepada kepala TK, SD, dan SMP se-Kota Subulussalam. Melalui edaran tersebut, sekolah yang terdampak banjir diwajibkan menghentikan PTM dan beralih ke Pembelajaran dari Rumah (BDR) hingga kondisi cuaca kembali normal.
Daftar Sekolah Dasar (SD) yang terkena banjir dan terdampak:
1. SDN 1 Rundeng
2. SDN Okas
3. SDN Muara Batu-Batu
4. SDN Panglima Sahman
5. SDN Lae Mate 2
6. SDN Tualang
7. SDN Tanah Tumbuh
8. SDN Sibungke
9. SDN Sibuasan
10. SDN Kuta Beringin
11. SDN Longkib
12. SDN Jabi-Jabi
13. SDN Jabi-Jabi 2
14. SDN Sepang
15. SDN Dah
Daftar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang terdampak banjir:
1. SMP Swasta Nurul Hidayah
2. SMP Swasta IT Raudatul Qur’an
3. SMP Swasta IT Raudatul Muttaqin
Menurut Dinas Pendidikan, sebagian sekolah mengalami genangan air di ruang kelas, halaman sekolah, serta area parkir. Sejumlah guru yang berdomisili di daerah terdampak juga kesulitan menuju sekolah.
Nasrul Padang meminta seluruh kepala sekolah untuk tetap memantau kondisi lingkungan sekolah, mengamankan aset penting, dan melaporkan perkembangan terkini kepada dinas.
“Segera lakukan pengamanan dokumen dan fasilitas sekolah. Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait untuk penanganan darurat,” ujarnya.
Dinas Pendidikan memastikan pembelajaran dari rumah (BDR) tetap berjalan agar proses pendidikan tidak terhenti meski kondisi cuaca ekstrem masih berlangsung. []


